Persempit Ruang Gerak Korupsi, PPATK Akan Batasi Transaksi Uang Tunai

b8uwjhutflfj9weesxfcJurnalPatroliNews JAKARTA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan membatasi transaksi uang tunai maksimal Rp 100 juta. Pemerintah juga perlu mengatur peredaran mata uang asing khususnya, Dolar Amerika dan Singapura di Indonesia karena sering dipakai dalam transaksi korupsi atau suap.

“Mata uang asing ini kerapkali dipakai sebagai transaksi korupsi dan penyuapan baik di lingkungan eksekutif, legislatif dan yudikatif,” ujar Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di kantornya, Jalan Juanda, Jakarta, Selasa (17/4).

Menurut data statistik yang dikeluarkan PPATK, tren korupsi, penyuapan, dan kejahatan lain mengalami kenaikan secara signifikan.

Sejak PPATK berdiri hingga Januari 2018, PPATK telah menyampaikan 4.155 hasil analisis kepada penyidik. Sebanyak 1.958 hasil analisis di antaranya berindikasi tindak pidana korupsi dan 113 hasil analisis berindikasi tindak pidana penyuapan.

Modusnya antara lain menggunakan uang tunai dalam bentuk rupiah, uang tunai dalam bentuk mata uang asing, dan cek perjalanan.

Terkait pembatasan transaksi uang tunai, Kiagus mengatakan upaya itu perlu dilakukan untuk mempersempit gerak pelaku korupsi.

“Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku melakukan tindak pidana. Upaya ini dilakukan untuk mencegah korupsi, suap, dan tindak pidana lainnya,” ujarnya.

Kiagus mengatakan, pelaku melakukan transaksi tunai untuk menyulitkan upaya pelacakan asal-usul sumber dana dan memutus pelacakan aliran dana kepada pihak penerima dana.

“Masih segar dalam ingatan kita bagaimana operasi tangkap tangan yang digelar penegak hukum, hampir seluruhnya melibatkan uang tunai dalam kejahatan yang dilakukan,” kata Kiagus.

Di sisi lain, pembatasan transaksi tunai akan menghemat pencetakan uang, baik kertas maupun logam.

Diketahui, RUU Tentang Pembatasan Transaksi Uang Kartal sudah masuk program legislasi nasional (Prolegnas) di DPR sejak tahun lalu. Namun, RUU tersebut tak sempat dibahas hingga saat ini. (dai)

LEAVE A REPLY