4 Fokus Indonesia Setelah Terpilih Sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB

Election of Five Non-Permanent Members of UN Security CouncilJurnalPatroliNews JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyatakan terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020 didukung oleh rekam jejak diplomasi Indonesia di kancah global.

Dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (9/6), Menlu mengungkapkan dalam dua hari terakhir menjelang pemilihan, tim kampanye Indonesia telah bertemu dengan hampir semua anggota PBB.

Retno bahkan telah melakukan lebih dari 40 pertemuan di tingkat Menlu dan Duta Besar. Dari seluruh pertemuan itu, yang banyak disampaikan anggota PBB lainnya dalam mendukung Indonesia kontribusi Indonesia terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan kesejahteraan di kawasan serta global.

“Jelas sekali bahwa masyarakat internasional sangat menghargai rekam jejak Indonesia dan melihat demokrasi serta toleransi di Indonesia sebagai aset bagi Indonesia berperan aktif di DK PBB,” tuturnya.

Capaian ini diklaim menjadi wujud prioritas politik luar negeri Indonesia yakni meningkatkan peran di tingkat global.

“Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia akan fokus kepada, pertama, memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global,” kata Menlu Retno.

Menlu RI menyatakan Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB akan mendorong budaya kebiasaan dialog dalam penyelesaian konflik. Indonesia juga akan meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB, termasuk peran perempuan.

Kedua, Indonesia juga akan berupaya meningkatkan sinergi antara organisasi kawasan dengan Dewan Keamanan PBB dalam menjaga perdamaian.

Ketiga, dalam menghadapi tantangan bersama masyarakat internasional dari terorisme dan ekstremisme, Indonesia akan mendorong terbentuknya pendekatan komprehensif global untuk memerangi terorisme, radikalisme dan ekstremisme.

Fokus terakhir, dia menyebut, Indonesia juga akan mendorong kemitraan global untuk mencapai perdamaian dunia. Hal itu diharapkan akan berkontribusi untuk pencapaian agenda pembangunan PBB pada tahun 2030.

“Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan global yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas tentunya akan berkontribusi pencapaian agenda pembangunan PBB 2030,” tutur Retno.

Indonesia baru saja terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 dengan perolehan 144 suara. Indonesia akan menggantikan posisi Kazakhstan untuk wakil di Asia-Pasifik. Selain Indonesia, 4 negara yang terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB mulai 1 Januari 2019 mendatang adalah Jerman, Belgia, Afrika Selatan, dan Republik Dominika. (dai)

LEAVE A REPLY