74 Terduga Teroris Diamankan Pasca-Teror Bom, 14 Diantaranya Mati

96157d84-25d0-49ba-a9cc-7c5b94ea639e_169JurnalPatroliNews JAKARTA – Polri menggelar operasi penindakan terhadap terduga teoris pasca-aksi teror ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, ledakan di Rusunawa, ledakan di depan Mapolrestabes Surabaya dan serangan di Mapolda Riau. Dalam kegiatan itu, setidaknya Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 74 terduga teroris.

“74 orang terduga teroris diamankan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, Senin (21/5).

Berdasarkan data yang dirilis oleh Mabes Polri, operasi penindakan itu dilaksanakan selama tujuh hari, sejak 13 Mei sampai 20 Mei 2018. Dari penangkapan itu, 14 terduga teroris tewas karena mencoba melawan aparat saat hendak ditangkap.

Serangkaian penangkapan terduga teroris tersebut dilakukan Densus 88 di delapan provinsi. Yakni, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Dalam penindakan di Provinsi Jawa Timur, Densus 88 Antiteror menangkap 31 orang dan 4 di antaranya meninggal dunia. Wilayah ini sekaligus terbanyak dilakukan penangkapan terduga teroris oleh polisi.

Kemudian, daerah kedua yakni Banten dan DKI Jakarta sebanyak 16 terduga teroris ditangkap dimana dua orang terduga teroris ditembak mati.

“Di Riau diamankan sembilan orang terduga teroris dimana empat terduga teroris ditembak mati,” ujarnya.

Di daerah Jawa Barat sebanyak delapan orang terduga teroris diamankan dimana empat orang terduga teroris ditembak mati. Penangkapan juga dilakukan di Sumatera Utara dan Lampung.

“Di Sumatera Utara ada enam orang terduga teroris diamankan dan di Lampung empat terduga teroris diamankan,” ucapnya.

Di Sumatera Selatan, Densus 88 menangkap dua terduga teroris di saat berada di kilometer (KM) 5 Palembang.

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya secara tegas telah menyatakan perang terhadap seluruh kelompok terorisme. Bahkan, dia menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memberangus seluruh sel-sel kelompok radikalisme di Indonesia.

“Saya tegaskan kita akan lawan terorisme, akan kita basmi sampai ke akar-akarnya. Saya perintahkan Kapolri tegas tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan di lapangan untuk menghentikan teroris ini,” ujar Jokowi saat di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/5).

Polri juga belum membeberkan nama-nama terduga teroris, baik yang ditangkap dalam kondisi hidup atau mati. Data terakhir Polri yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebutkan bahwa dua terduga teroris yang tewas berinisial BS dan F.

Rentetan aksi terorisme terjadi selama hampir dua pekan sejak 8 hingga 16 Mei. Diawali dengan kerusuhan dan penyanderaan yang dilakukan sejumlah narapidana kasus terorisme terhadap aparat kepolisian di rumah tahanan Markas Korps Brigade Mobil (Mako Brimob) Polri, Kelapa Dua, Depok.

Insiden kemudian berlanjut dengan serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, hingga berakhir dengan penyerangan Mapolda Riau. (dai)

LEAVE A REPLY