Kekayaannya Tembus Rp2.150 Triliun, Bos Raksasa Toko Online Jadi Orang Terkaya Sedunia

Bezos dan Gates (kanan), orang terkaya nomor satu dan nomor dua di dunia.
Bezos dan Gates (kanan), orang terkaya nomor satu dan nomor dua di dunia.

JurnalPatroliNews – Kekayaan pendiri Amazon, Jeff Bezos, telah menembus US$150 miliar atau sekitar Rp2.150 triliun, menurut Indeks Miliarder Bloomberg, sekaligus menjadikannya orang terkaya sedunia.

Amazon berawal dari toko online, namun sekarang merambah bidang-bidang lain seperti layanan streaming musik, video, perangkat keras elektronik hingga layanan penyimpanan berbasis awan.

Dalam setahun belakangan, kekayaan bersih Bezos bertambah US$60 miliar atau setara dengan Rp862,5 triliun.

Nilai kekayaan Bezos lebih besar dari pendiri raksasa komputer dan perangkat lunak Microsoft, Bill Gates, yang sebelumnya menempati urutan teratas daftar orang terkaya.

Saat menjadi orang terkaya di dunia, aset Gates ditaksir mencapai US$100 miliar, setara dengan nilai saat ini yaitu US$150 miliar, jika disesuaikan dengan laju inflasi.

Dalam daftar tahun ini, Gates tepat berada di bawah Bezos dengan kekayaan sekitar US$95 miliar, setelah ia melepas 700 juta lembar saham Microsoft dan menyumbangkan uang senilai US$2,9 miliar sejak 1996.

Menurut Bloomberg, ia menyumbangkan uang dan aset kepada organisasi sosial, Bill and Melinda Gates Foundation.

Bezos sementara itu melepas saham Amazon senilai US$1 miliar setiap tahun untuk mendanai Blue Origin, proyek yang ia pimpin untuk mengembangkan perjalanan ruang angkasa komersial.

Diprotes karyawan

Ini bukan kali pertama Bezos tercatat sebagai orang terkaya di dunia. Pada Juli 2017 ia sempat menggeser Bill Gates sebagai orang terkaya menurut majalah Forbes ketika nilai saham Amazon naik tajam.

Namun ketika harga saham Amazon melemah, ia kembali berada di urutan kedua daftar orang terkaya sedunia.

Kabar bahwa Bezos menjadi orang terkaya sejagat diumumkan ketika Amazon menggelar diskon besar-besaran untuk anggota berbayar mereka, Prime Day sale pada 16 Juli.

Rabat ini diwarnai pemogokan para karyawan Amazon di Jerman, Spanyol, dan Polandia yang menuntut perbaikan upah dan tunjangan.

“Pesannya sudah sangat jelas. Raksasa online makin kaya tapi mereka mengurangi ongkos untuk kesahatan karyawan,” kata Stefanie Nutzenberger, pengurus serikat pekerja di Jerman.

Amazon mengklaim bahwa mereka sudah menggaji karyawan dengan layak. Karyawan tetap mendapatkan 12,22 euro per jam setelah bekerja untuk Amazon selama dua tahun.

(bbc.indonesia)

LEAVE A REPLY

19 + 1 =