Mantan PM Malaysia, Najib Razak Didakwa Melakukan Pencucian Uang

Penyelidikan baru terkait skandal 1MDB dimulai setelah Najib Razak kalah dalam pemilu pada bulan Mei.

JurnalPatroliNews – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, telah didakwa dengan tiga tuduhan kasus pencucian uang terkait skandal korupsi miliaran dolar.

Dia dituduh menerima 42 juta ringgit atau sekitar Rp143 miliar dari Badan Investasi Negara Malaysia, 1MDB melalui rekening pribadinya.

Najib telah ditahan pada Juli lalu dan sudah didakwa melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

Penyelidikan baru terkait skandal 1MDB dimulai setelah dia kalah dalam pemilu pada bulan Mei.

Sejak awal dia membantah segala tuduhan dan dia dibebaskan dari segala tuduhan oleh otoritas hukum Malaysia saat dirinya masih berkuasa.

Najib, anggota keluarganya, beserta orang-orang dekatnya dituduh menggelapkan uang dalam jumlah besar yang diduga digunakan untuk membeli barang mewah, mulai dari karya seni hingga perumahan mahal di sejumlah negara.

Tuduhan korupsi yang ditimpakan kepadanya inilah yang menjadi penyebab utama kekalahannya dari pesaingnya, tokoh dan veteran politik berusia 93 tahun, Mahathir Mohamad.

Badan antikorupsi Malaysia telah melakukan penyitaan dalam beberapa minggu terakhir ini di sejumlah properti yang dikaitkan dengan Najib.

Para penyelidik telah menyita sejumlah barang mewah bernilai lebih dari Rp3,8 triliun di rumahnya. Termasuk di antaranya adalah lebih dari 12.000 perhiasan milik istrinya, Rosmah Mansor.

1MDB dibentuk Najib pada 2009 dan ditujukan menjadikan Kuala Lumpur sebagai salah satu pusat finansial untuk meningkatkan investasi di negeri itu.

Namun badan ini mulai mendapat sorotan negatif pada awal 2015 setelah tidak bisa membayar utang sekitar US$ 11 miliar dari bank dan instansi lain.

1MBD logo in front of Petronas towersGETTY IMAGES
Najib tetap menyanggah menyalahgunakan dana 1MDB atau dana publik lainnya.

Wall Street Journal kemudian melaporkan bahwa media itu melihat dokumen yang melacak aliran dana US$700 juta ke rekening pribadi Najib.

Najib tetap menyanggah menyalahgunakan dana 1MDB atau dana publik lainnya.

Penanganan kasus korupsi di 1MDB yang diduga melibatkan Najib makin intensif, sejak Mahathir Mohamad secara mengejutkan menang pemilu, menumbangkan pemerintahan pimpinan Najib Razak.

(bbc.indonesia)

LEAVE A REPLY

twelve − 1 =