Pesawat Tempur Taktis Hawk 100/200 Mendarat Mulus di Lanud Sjamsudin Noor

JurnalPatroliNews РTNI AU,РDi era 90-an, pesawat tempur milik TNI AU kerap unjuk kebolehan di langit Kalimantan Selatan dengan Homebase Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor.

Pilot pesawat tempur tersebut melakukan atraksi-atraksi diatas langit dengan manuver berbahaya. Seperti terbang sangat rendah dan flypass menukik seakan jatuh membuat penonton berdebar. Ada juga pesawat ringan dengan baling-baling atau warga sering menyebutnya pesawat capung yang mampu melakukan atraksi berputar-putar seakan lepas kendali. Sayang, atraksi yang membuat anak bangsa itu bangga akan kekuatan militer negerinya dan kehandalan personel TNI AU di udara kini tak pernah lagi terlihat di Kalsel.

Pagi ini, Kamis (9/8) sebanyak tiga pesawat tempur taktis TNI AU jenis Hawk 100/200 tiba-tiba saja melintas di langit Banjarmasin. Pesawat yang masih asing terlihat menimbulkan beberapa pertanyaan sebagian warga khususnya di Kota Seribu Sungai ini.

Pesawat tempur taktis TNI AU tersebut mendarat di Lanud SAM dalam rangka Latihan Hanud Kilat Cakra D Tahun 2018. Sebelumnya ketiga pesawat tempur taktis tersebut sempat flypass diatas langit Kota Pelaihari Kab. Tanah Laut dan Kota Banjarmasin. Kedatangan Hawk 100/200 tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak, Letkol Pnb Supriyanto. Menurut Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Riadi Widyoko kedatangan Hawk 100/200 tersebut, dalam rangka untuk melakukan Latihan Hanud Kilat Cakra D Tahun 2018 yang dipusatkan di Biak.  Lebih lanjut, Danlanud SAM menambahkan kegiatan ini juga untuk memastikan kesiapan Lanud Sjamsudin Noor sebagai pangkalan aju dalam memberikan dukungan operasi udara.

Selain ada tiga pesawat tempur taktis Hawk 100/200, ada dua pesawat Hercules C-130 yang juga singgah di Lanud SAM, guna mendukung kegiatan dan kelancaran penerbangan tiga pesawat tempur taktis Hawk 100/200. Meski hanya sekejap, kedatangan pesawat-pesawat tersebut mampu menunjukkan kepada publik Banjarmasin bahwa kekuatan TNI AU itu masih bisa diandalkan guna menjaga Pertahanan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai dan banggakan sampai saat ini.

(Rdk)

LEAVE A REPLY

four × 1 =