Pemerintah Akan Turunkan Kredit Ultra Mikro Jadi 6 Persen

JurnalPatroliNews JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah tengah merevisi aturan mengenai penurunan bunga kredit ultra mikro (UMi) menjadi 6 persen. Perubahan aturan ini akan diterbitkan minggu ini.

“Betul. kita sudah bahas beberapa kali dan memang kita sudah akan merevisi. PMK nya ini dalam Minggu ini,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/9).

Menurut Sri Mulyani, dengan revisi aturan tersebut penyaluran seperti PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani hingga PT Pegadaian akan mendapatkan bunga sebesar 4%, sehingga ketiganya bisa menyalurkan kredit kepada masyarakat sebesar 6%.

“Suku bunga yang disampaikan kepada penyalur seperti Bahana, PNM, maupun Pegadaian akan diturunkan dari 6% menjadi 4%, sehingga nanti kepada masyarakat menjadi 6% dan itu nanti diatur dalam PMK,” jelasnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Ketua Bidang Ekonomi PBNU, Eman Suryaman mengusulkan bunga kredit ultra mikro turun menjadi 6%. Usulan tersebut dengan pertimbangan bunga kredit ultra mikro yang berlaku masih cukup tinggi.

“Kami mengusulkan 6%, sekarang kan 12%. Memang juga sudah (ada) turun menjadi 8%,” ucapnya.

Eman mengatkan, bunga kredit ultra mikro sebenarnya memang sudah diturunkan sebesar 2 persen dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai pelaksana pembiayaan ultra mikro dan beberapa lembaga penyalur. Namun demikian, hal ini belum dapat dirasakan sampai ke debitur.

“Karena dari PIP (Pusat Investasi Pemerintah)-nya dua (turun), baru turun ke Bahana (penyalur) atau pun ke yang lainnya baru kepada koperasi. Jadi sebetulnya masih ada space 2 persen lagi,” jelasnya. (dai)

LEAVE A REPLY

14 − 11 =