Memetakan Atas Dipilihnya RAIS AM NU Prof.Dr.Kh.Ma’ruf Amin Sebagai Cawapres Jokowi.

Sebagaimana kekagetan saya, anda dan kita semua atas perubahan peta politik cawapres Jokowi 2019-2024 yang membuat Prof Mahfud MD kandas melenggang.  Sudah barang tentu tak banyak diprediksi orang, sejak pagi sampai siang sudah marak berita termasuk kesiapan Prof Mahfud MD ada di sekitar tugu proklamasi Jakarta Pusat.  Para pendukung Jokowi , Projo sudah membuat meme Jokowi – Mahfud MD pada group WA anggotanya namun tidak sampai 2 jam meme berganti Jokowi – Ma’ruf.  Bagi Projo berganti cawapres tidak masalah karena siapun wapresnya presidennya adalah Jokowi.

Meski kondisi ini diwarnai unsur kasihan kepada Mahfud MD , maraknya romantisme kasus ahok yang fatwa dibuat oleh Ma’ruf  dan fenomena kegundahan alumni 212.  Namun setidaknya menurut saya paling tidak ada beberapa alasan alasan melihat pemetaan Ma`ruf yaitu:

1. SEBAGAI Jalan tengah yang di ambil ketika Koalisi Partai Politik Pendukung, tidak menghendaki ada PETAHANA yang kuat di tahun 2024 untuk mencalonkan diri lagi, sebagai CAPRES.

Dan ini mengingat Usia KH.Ma’ruf Amin yang sudah lanjut, hal ini dapat terwujud, berbeda jika yang dipilih sebagai Cawapres adalah Pro.Dr.Mahfud MD.

2. UNTUK mencegah terbentuknya Poros ketiga, manakala PKB tidak mendukung Mahfud MD, dan itu dapat dibaca ketika malam kemaren ada pertemuan PKB, PKS & PAN dengan Gatot Nurmantyo sebagai alternatif CAPRES. Dan yang lebih ekstrim lagi, ada yang bilang Mahfud bukan kader NU. Jika dari Perspektif Politik wajar kalau PKB Muhaimin tidak dukung Mahfud, mengingat umum melihat bahwa Mahfud MD adalah Kader Gusdur dan ini berseberangan dengan Muhaimin, tentu beralasan untuk kuatir jika dari kader Gusdur yang berkuasa, akankah terulang kembali perebutan menguasai PKB seperti waktu itu antara Muhaimin VS Gusdur, tentu sekarang dengan posisi yang terbalik.

3. SEBAGAI antisipasi jika ada kelompok yang ingin memainkan DRAMA simbol seperti peristiwa di IRAN saat Khomeini pulang dari pengasingan. Bahkan mampu menahan serangan agama kepada kubu Jokowi , bagi  lingkaran jokowi yang penting menang lagi untuk serangan isu agama akan dibentengi wapres didamping ‘NGABALIN’ akan jadi pemadam api yang efektif jika Jokowi dibakar sentimen agama.

4. Ma’ruf bukan bagian mafia apapun apalagi mafia tanah dan ini harusnya membuat nawacita Jokowi bisa segera dilaksanakan terkait menjamin hak rakyat atas tanah.  Agar suara korban mafia tanah yang jumlahnya bisa lebih besar dari potensi suara Ma`ruf yang berasal dari banten dan Jabar sudah barang tentu memposisikan janji Jokowi bisa terealisasi mempunyai arti sangat dalam bagi para korban mafia tanah yang mencari keadilan sejak masa orde baru.  Selesainya kasus – kasus tanah ini tentu membuat rakyat semakin yakin memilih Jokowi dan Ma`ruf tidak mengganggu proses itu.  Bertambahnya kekuatan massa dari banten dan Jabar serta kepuasan korban mafia tanah diseluruh Indonesia semakin sulit pihak lawan Jokowi Ma`ruf untuk menyerang dari segi janji nawacita.

5. SAVING suara pada posisi point 4 di atas diperlukan guna mengantisipasi kecewanya para ahoker dan mengagum Bhinneka tunggal Ika yang kemungkinan golput.  Ini terpaksa Jokowi lagi karena tak mungkin ke Prabowo namun Ma`ruf membuat patah hati banyak orang sehingga menjadi golput dan ini diambil dari rasa kepuasan rakyat korban mafia tanah yang menerima realisasi janji nawacita.  Dalam waktu dekat ini segeralah realisasikan nawacita, persoalan konflik agraria dipercepat dengan memaksa kepala – kepala kantor pertanahan yang bisa bekerja kreatif dan cepat berpihak kepada kebenaran berpayung Konsitusi dan UUPA bahwa tanah untuk sebesar – besarnya kemakmuran rakyat.  Jokowi harus memastikan kepala – kepala kantor pertanahan itu bekerja dan memberi kesempatan kaum progresif untuk mengganti kepala kantor yang tidak mau menjalankan tugasnya.

HARAPAN kita semoga ini adalah pilihan terbaik untuk bangsa dan Negara kita, meski awal pertimbangannya menurutku lebih kental kepada asumsi dan aspirasi Parpol Pendukung Koalisi.

Jakarta, 9 Agustus 2018

Manaek Hutabarat

LEAVE A REPLY

eight + 11 =