Gempa Lombok Dipolitisasi, TGB: Takdir Baik dan Buruk Itu Ketetapan Allah

JurnalPatroliNews JAKARTA – Gempa Lombok 7,0 Skala Richter beberapa waktu lalu, yang kemudian disusul gempa-gempa dengan kekuatan cukup besar, yakni 6,2 SR dan 5,9 SR, membuat sebagian orang mempolitisasi bencana ini.

Ada yang menyebut, bencana bertubi-tubi tersebut, lantaran sikap M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Gubernur NTB, mendukung Joko Widodo untuk menjadi Presiden RI lagi periode 2019-2024.

TGB mengaku kecewa dengan penilaian sebagian pihak. Menurutnya, bencana adalah masalah kemanusiaan, bukan soal politik.

“Itu menurut saya, cara pandang itu menunjukkan kecatatan dalam keimanan. Karena, semua takdir baik atau buruk itu ketetapan Allah,” kata TGB, usai mengikuti rapat kabinet terbatas tentang gempa Lombok, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/8).

Pada saat Rasulullah SAW berdakwah, kata TGB mencontohkan, kemudian Rasulullah mendapatkan perlakuan buruk dari mulai dilempari batu lalu luka-luka, diusir, bahkan mau dibunuh, menjadi cermin bahwa segala sesuatu yang baik tidak selamanya mudah untuk diperjuangkan.

“Bukan berarti dakwahnya tidak baik, kan begitu. Artinya semua fenomena alam itu ada penjelasan ilmiahnya dan penjelasan keimanannya itu adalah takdir dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, ya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk memperbanyak syukur, memperbanyak sabar, dan semakin mendekat pada Allah,” urainya.

Ia berharap gempa Lombok bisa menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga, ia berharap, masyarakat bisa lebih memperbanyak syukur, sabar, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Untuk memperbanyak syukur, memperbanyak sabar dan semakin mendekat pada Allah,” pungkasnya. (dai)

LEAVE A REPLY

fourteen − nine =