KH. Ma’ruf Amin Muda Ketika Menerima Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa

JurnalpatroliNews  JAKARTA – Kiyai berumur 75 tahun yang sejak muda malang melintang di ormas sayap NU itu kini resmi jadi calon wapres Jokowi.

Penyelusuran JurnalpatroliNews mencari jejak usia muda KH. Prof.Dr. Ma’ruf Amin dan melalui narasumber Dosen Universitas Mpu Tantular Jakarta Ferdinand Montororing.

Ada hal yang cukup menarik seputar pemberian gelar kehormatan doktor honoris causa oleh Universitas Sawerigading Makassar di tahun 1986.

Berikut cerita Ferdinand Montororing ketika mewawancarai Ma’ruf Amin:

Universitas Sawerigading Makassar adalah Universitas Perjuangan yang seusia dengan Kyai Ma’ruf Amin. Jadi ketika Universitas akan memperingati ulang tahun ke-43, rektor Prof. Nuruddin Syahadat memutuskan menganugerahi gelar doktor honoris causa kepada KH Ma’ruf Amin seorang tokoh muda NU yang ketika itu baru saja melepaskan kursi pimpinan komisi A DPRD DKI periode 1977-1982.

Ferdinand yang merupakan assisten dari Prof. Nuruddin Syahadat diminta untuk membantu mempromotori. Waktu itu yang ditunjuk adalah Drs Djamaluddin Husein, SH dan co promotor Drs. Ismail Rolib.

Saya mengumpulkan kliping koran dan berbagai tulisan dan karya tulis KH Ma’ruf Amin, saya babak belur tak banyak yang bisa saya lakukan karna saya yang belajar hukum sementara Kyai Ma’ruf seorang pendakwah lebih banyak bahasa oral, kalaupun ada karya tulisnya saya tak bisa membaca bahasa Arab.

Maka langkah yang dibuat ya gaya wartawan karena waktu itu saya sudah kerja jurnalistik, saya nekat nyari alamat rumah pak Kyai di Tanjung Priok dan saya wawancarai soal macam-macam dari sosial kemasyarakatan, resep dakwah, dan politik karna beliau anggota partai politik PPP waktu itu. Waya ingat tokoh yang nyentrik Dr. John Naro, SH dan ada juga tokoh yang saya kagumi Drs Ridwan Saidi.

Dari wawancara itu saya buat laporan untuk Prof. Nuruddin Syahadat dan pak Djamaluddin Husein yang juga pejabat teras di Pemprov DKI waktu itu.

Yang menarik ketika saya temui di rumahnya di Gang Deli Tg. Priok dulu masih ada bus kota lewat rumah pak Kyai, dengan hanya sarungan dan rokoknya kuat rokok kretek sambil ngopi ada juga mungkin santrinya yang mondar mandir Kyai Ma’ruf meladeni wawancara saya.

Hasil wawancara saya anggap cukup selebihnya saya cari ke Humas Pemda DKI dan DPRD disamping ke sumber NU.

Ternyata hasil laporan saya itu menjadi referensi buat promotor dalam penyampaian alasan pemberian gelar doktor honoris causa yang dilaksanakan di gedung juang 45.

Menurut saya Kyai Ma’ruf Amin memiliki kemampuan intelektual yang tinggi diusia muda dan tidak salah ketokohannya menjadi pilihan bijak Jokowi.

LEAVE A REPLY

7 + three =