Alasan BI Soal Kartu GPN Belum Bisa Digunakan di Luar Negeri

DaZGpLaVMAADGjVJurnalPatroliNews JAKARTA – Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sudah diluncurkan akhir tahun lalu. Beberapa waktu terakhir sejumlah bank mulai meluncurkan kartu GPN berlogo garuda merah.

Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky Purnomo Wibowo menjelaskan dengan menggunakan GPN maka akan terjadi penghematan pada transaksi non tunai di Indonesia. Walau begitu, kartu berlogo GPN ini baru bisa digunakan di dalam negeri.

“Kewajiban penggunaan logo GPN pada kartu debit tidak mengikutsertakan logo prinsipal internasional dapat menurunkan porsi fee yang harus dibayarkan ke luar negeri,” katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/7).

Dia menambahkan, BI hingga saat ini belum memiliki rencana untuk mencantumkan logo prinsipal internasional pada kartu debit berlogo GPN. Sebab pihaknya memandang, jumlah masyarakat Indonesia yang berbelanja ke luar negeri tak banyak.

“Mungkin kurang dari 5% masyarakat yang bertransaksi di luar negeri, hanya orang-orang tertentu. Belum akan dilakukan,” papar Pungky.

Dia pun mengungkapkan atas kebijakan penurunan Merchant Discount Rate (MDR) dari semula di kisaran 1,6-2,6% menjadi hanya 1% di saat GPN diluncurkan, berdampak pada peningkatan transaksi off us (antar bank) yang semula 5% per hari.

“Bank acquirer tetap mendapat kompensasi atas penurunan pendapatan melalui peningkatan MDR transaksi on us yang semula 0% menjadi 0,15%,” ucapnya.

Dia mencatat hingga akhir Mei 2018, progres kartu debit tercetak logo GPN sebanyak 937 ribu, sementara yang telah terdistribusikan sebanyak 497 ribu kartu. Pungky meyakini, semakin lama, jumlah pengguna kartu yang tercetak logo GPN semakin banyak.

“Makin lama makin banyak. Mulai 31 Maret 2018, seluruh bank mulai menerbitkan kartu berlogo nasional. Di bulan itu kartu tercetak 491.000, dan terdistribusi 252.000,” kata Pungky.

Pungky mengungkapkan BI menargetkan sebanyak 13,3 juta keping kartu berlogo GPN sudah terdistribusi pada akhir tahun. Dia mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan terlampaui mengingat antusias masyarakat sudah cukup tinggi.

Selian itu, BI juga tetap giat mensosialisasikan keuntungan atau kelebihan kartu berlogo GPN tersebut dengan harapan semakin banyak masyarakat mengganti kartu debetnya.

“Untuk melakukan akselerasi dalam distribusi kartu berlogo nasional, BI memfokuskan kampanye nasional GPN. Kita beri tahu manfaat kartu berlogo nasional ini apa,” ujarnya.

Adapun beberapa kelebihan kartu berlogo GPN adalah biaya transaksi menjadi lebih murah, serta keamanan transaksi perbankan lebih terjamin dan anti skimming.

“Beberapa waktu terakhir heboh berita tentang skimming, pembobolan rekening. Ini bisa dicegah dengan sistem pembayaran yang baru ini,” imbuhnya. (dai)

LEAVE A REPLY

twenty − 18 =