Anggota Komisi XI Pesimis Target Ekonomi Tahun Depan Tercapai

akurat_20170331_2xz02bJurnalPatroliNews JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Willgo Zainar menilai target pertumbuhan ekonomi tahun depan di kisaran 5,2 – 5,6 persen bakal sulit tercapai, melihat kondisi dalam dan luar negeri saat ini.

Menurut dia, target tersebut mustahil tercapai, mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi hingga kuartal I 2018 baru sebesar 5,06 persen.

“Artinya, sampai dengan akhir tahun bisa mencapai 5,1 persen itu cukup alot. Apalagi, dapat mencapai target yang ditetapkan pada APBN 2018 adalah 5,4 persen. Ini impossible (mustahil) bisa tercapai,” ujarnya, Senin (11/6).

Adapun, ia menyebut faktor di dalam negeri yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah terkait tahun politik. Pemilihan kepala daerah secara serentak di 171 daerah cenderung mempengaruhi iklim usaha dan investasi.

Sementara, dari luar negeri, pertumbuhan ekonomi tertekan kondisi ketidakpastian global karena kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang cenderung masih akan menaikkan bunga acuannya.

“Geopolitik di kawasan juga masih belum stabil. Perang tarif dan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China dan lainnya juga menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi kita,” imbuh Willgo.

Ia memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini akan dibawah 5,2 persen dan tahun depan di kisaran 5,2 – 5,4 persen.

“Kemungkinan yang bisa dicapai adalah batas bawah 5,2 – 5,25 persen dengan extra effort (usaha ekstra) yang tidak mudah,” jelasnya.

Sebelumnya, Komisi XI DPR dan pemerintah menggelar rapat kerja menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,2 – 5,6 persen. Angka ini masih lebih kecil dari yang diajukan pemerintah sebesar 5,4 – 5,8 persen.

Selain menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi, Komisi XI DPR dan pemerintah juga menyepakati target inflasi sebesar 2,5 – 4,5 persen. Asumsi Nilai rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp13.700 – Rp14 ribu, dan suku bunga SPN 3 bulan sebesar 4,6 – 5,2 persen.

Dalam rapat kerja itu juga dibahas prediksi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kisaran 4,8 – 5,2 persen, tingkat kemiskinan 8,5 – 9,5 persen, rasio gini 0,38 – 0,39 persen, dan target indeks pembangunan manusi (IPM) sebesar 71,98. (Ant/dai)

LEAVE A REPLY