Banyak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Jokowi: Saya Sangat Sedih

unnamed-2JurnalPatroliNews TANGERANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih dengan banyaknya kepala daerah yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Jokowi, saat ini lembaga antirasuah melakukan operasi senyap itu hampir setiap pekan.

“Hati-hati, karena setiap bulan, setiap minggu pasti ada, saya juga sangat sedih lho, jangan dipikir saya senang. Tengah malam, tahu-tahu dapat berita, pagi-pagi dapat berita (penangkapan kepala daerah),” ujar Jokowi saat menghadiri? Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia (Apkasi), di BSD, Tangerang, Jumat (6/7).

Imbauan kepada kepala daerah agar tidak tersangkut kasus korupsi, sering dilakukan Jokowi, terakhir pada pertemuan para bupati di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

“Kemarin saya sudah bertemu dengan beberapa bupati di Istana, saya berterima kasih untuk masukan-masukan yang perlu kita tindaklanjuti secara detail dan semuanya pada posisi blak-blakan,” kata Jokowi.

“Tapi yang paling takut, seperti tadi disampaikan Pak Ketua (Apkasi), sekarang ini banyak gubernur, bupati, walikota yang ditangkap KPK,” lanjut Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta kepala daerah untuk tidak bermain-main dengan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah, dan juga tidak menerima gratifikasi yang berpotensi dihasilkan dalam setiap anggaran di daerah.

“Hati-hati, jangan bersentuhan dengan hal yang tadi saya sampaikan, kalau enggak bersentuhan, enggak perlu yang namanya takut, enggak perlu namanya khawatir,” ucap Jokowi.

Terbaru, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Bener Meriah Ahmadi dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Keduanya diduga terlibat suap proyek yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Dalam kasus ini, diduga setiap anggaran untuk proyek yang dibiayai dari DOKA akan dipotong 10 persen dari total jumlah anggaran otonomi khusus diterima Aceh tahun ini Rp8,03 triliun. Untuk pejabat di tingkat provinsi akan menerima fee sebesar 8 persen dan 2 persen untuk tingkat kabupaten. (dai)

 

LEAVE A REPLY

two + four =