Barang Bukti 1.029 Perkara Dimusnahkan Kejari Jakbar

IMG_20180711073815_1JurnalPatroliNews – Jakarta,– Berbagai barang bukti hasil tindak kejahatan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, pemusnahan dilaksanakan di halaman kantor Kejari Jakbar.

“barang bukti tersebut dari tahun 2014 sampai 2018 yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht)” ujar Putri Ayu Wulandari, SH.,MH Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan barang rampasan Kejari Jakbar, Rabu (11/7).

Berbagai barang bukti yang dimusnahkan, lanjut Putri diantaranya, 2.834,63 gram Ganja dari 111 perkara, 4.488,05 gram Kristal Metamfetamina (sabu) dari 835 perkara, 339 Butir tablet Metamfetamina dari 1 perkara, 206,507 gram tablet MDMA dari 58 perkara, 53,8291 gram tablet Nimatezepam dari 6 perkara, 1,4307 gram Alprazolam dari 1 perkara, 2,4438 gram kokain dari 1 perkara, 46,6683 gram heroin dari 2 perkara, 17,7554 gram fluoro-adb dari 4 perkara.

“9 perkara lainnya antara lain 100 butir tramado, 100 butir excimer, 50 butir racikan obat, 35 dus obat kuat, cairan fluoro-adb, 18,4387 gram tablet acetaminophen, 0,9164 gram serbuk ketamine, 0,8931 gram tablet metilon dan 2 karung berbagai macam obat-obatan” jelasnya.

Selain itu tambah Putri, ada berbagai macam jenis senjata tajam, barang – barang bekas pembunuhan dan VCD bajakan.

“ada 47 perkara yang barang rampasannya juga dimusnahkan, 50 jenis senjata tajam, 6 buah pistol mainan, barang – barang bekas pembunuhan dan 40 dus VCD bajakan jadi total semuanya ada 1.029 perkara” tambahnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Dr.Patris Yusrian Jaya SH, MH menyebutkan semua barang bukti tersebut dimusnahkan dengan beberapa cara.

“Untuk ganja dan sabu dimusnahkan dengan menggunakan mesin incinerators, obat-obatan dimusnahkan dengan cara dibakar, sedangkan puluhan keping VCD dan barang bukti lainnya dihancurkan dengan menggunakan alat berat.” Jelasnya.

Patris menegaskan pihaknya akan terus berupaya keras untuk memberantas narkoba di wilayah Jakarta Barat, salah satunya dengan memberikan tuntutan berat kepada para pihak yang terlibat kasus narkoba.

“untuk tahun 2018, kami sudah menuntut mati tiga orang yang terlibat kasus narkoba, ironisnya, satu dari tiga terdakwa tersebut mengendalikan bisnis haram tersebut dari dalam penjara. Artinya dari dalam lapas bisa berkomunikasi dengan orang dari luar negeri untuk masuk (narkoba) ke Indonesia. Jadi dia masih bisa mengendalikan narkoba,” pungkasnya.

Turut hadiri dalam pemusnahan barang bukti tersebut Wali Kota Jakarta Barat Rustam Efendi, Dandim 0503 Jakarta Barat Letkol Andri Masengi, Ketua PN Jakarta Barat Sumpeno dan Ketua MUI Jakarta Barat KH Munahar Muchtar.

(ips/agung)

LEAVE A REPLY

one × three =