BMU Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender

DSC_1237JurnalPatroliNews – Tanjung Isuy – Bimbingan Manajemen Usaha (BMU) bagi perempuan dalam mengelola usaha merupakan langkah penting dalam pemberdayaan ekonomi rakyat khususnya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender melalui pembinaan kewirausahaan bagi usaha mikro dan kecil dalam mendukung ekonomi keluarga yang berdampak pada penanggulangan kemiskinan.

Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad melalui Kabid Kesetaraan Gender Mahrita, mengatakan dalam sambutannya salah satu perwujudan membangun aspek ekonomi dalam keluarga adalah membangun jiwa wirausaha secara berkelanjutan, terutama bagi perempuan atau ibu rumah tangga, disamping tidak melupakan kewajibannya dalam urusan rumah tangga.

“Perlu diketahui bahwa jumlah usaha mikro kecil sebanyak 16.083 unit, menyerap sebanyak 81.884 tenaga kerja dengan investasi sebesar 4,7 triliun. Sebagian besar merupakan industri rumahan dan 46 persen pengelolanya adalah perempuan,” ujarnya.

Dengan jumlah yang cukup banyak itu, maka peran perempuan pengusaha sangat penting bagi ketahanan ekonomi karena mampu menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang dan jasa dengan harga murah serta mengatasi masalah kemiskinan.

“Terkait dengan program upaya penurunan angka kemiskinan yang memerlukan keterpaduan di berbagai pihak, maka Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI melalui SK No 58/MenegPP/XII/2004 mengeluarkan kebijakan tentang Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) yang pada intinya bertujuan untuk mensinergikan seluruh kekuatan yang ada baik sektor pemerintahan maupun non pemerintahan, LSM, Ormas, Perguruan Tinggi dan kalangan perbankan,” imbuh Mahrita.

Hal ini bermaksud untuk bersama-sama telibat dalam kerja sama, koordinasi, sinkronisasi, kemitraan dan membuat jejaring kerja dalam mengembangkan dan melaksanakan kebijakan tersebut baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

Mahrita berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan BMU bagi perempuan dalam mengelola usaha pada industri rumahan atau UKM di lokasi desa prima ini dapat lebih meningkatkan produktivitas dari pengelolaan SDA setempat sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan / kesejahteraan keluarga pelaku industri rumahan / UKM.

Kegiatan BMU dilaksanakan di Desa Prima Kampung Tanjung Isuy Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat, Kamis (5/7). Hadir dalam kegiatan ini Camat Jempang, Dinas PPKBP3A Kubar, Bank Kaltimtara Kubar, UPTD Disperindagkop Kubar melalui UPT Unit Pengelola Dana Bergulir K-UMKM Kubar dan Lembaga Kursus dan pelatihan (LKP) Atiqna Samarinda. BMU diisi dengan praktek pembuatan berbagai olahan dari Ulap Doyo yang menjadi potensi Desa Prima Tanjung Isuy.

 (dkp3a/rdg)

LEAVE A REPLY