Bongkar Kasus Skimming, Polda Metro Jaya Raih Penghargaan Internasional

polda-nih3_20180517_131654JurnalPatroliNews JAKARTA – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya raih penghargaan internasional Law Enforcement Award’ dalam rangka ‘AP Visa Risk Security Summit 2018’ di Singapura.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, penghargaan atas dasar Surat Undangan Visa Internasional dan Surat Asosiasi Kartu Kredit Indonesia Nomor: AKKI/2018/IV/104.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta mengatakan, penghargaan itu diberikan atas keberhasilan Subdit III Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dalam mengungkap 11 kasus skiming, di wilayah hukum Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu.

“Subdit III Resmob Polda Metro Jaya telah mengungkap kasus skimming sebanyak 11 kasus, dengan total tersangka 18 orang,” ujar Nico, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/5).

Dikatakan, selain menangkap 18 orang (warga negara asing dan warga negara Indonesia), penyidik juga menyita sebanyak 2.025 kartu ATM palsu berisi data nasabah 77 bank yang berasal berasal dari 24 negara.

“Para pelaku hanya memerlukan waktu 5 sampai 10 menit dalam melakukan aksinya untuk memasang alat skimming ke dalam mesin ATM,” ungkapnya.

Nico mengatakan, jika nasabah mendapati mesin ATM yang tidak wajar, misalnya susah memasukkan kartu ATM, sebaiknya langsung segera mencari mesin ATM alternatif.

“Para pelaku biasanya memasang alat skimmer di lubang atau tempat memasukan kartu. Selain itu, pelaku juga menempel spycam atau kamera tersembunyi tepat di atas lubang kartu untuk mendapatkan PIN,” ucapnya.

Data nasabah yang masuk itu disimpan ke hard disk dan dipindahkan lagi ke komputer untuk diproses pemindahan data ke kartu ATM. Setelah semua selesai, mereka akan menguras saldo menggunakan PIN yang telah direkam dari spycam.

Diharapkan, masyarakat juga melaporkan kepada petugas atau sekuriti setempat apabila melihat ada orang yang mencurigakan dan berlama-lama di ATM.

“Peran masyarakat sangat penting. Jika menemukan ada orang yang lama di ATM laporkan ke petugas, karena transaksi di ATM biasanya tidak lebih dari lima menit,” katanya.

Sementara itu, Nico mengungkapkan, AP Visa Risk Security Summit 2018 merupakan forum pertemuan yang dihadiri oleh 600 industri pembayaran se-Asia Pasific.

“Membahas mengenai manajemen risiko pada sistem pembayaran. Bagaimana menanganinya, koordinasi lintas bank, kebijakan-kebijakannya, sistem untuk mengendalikan kejahatan pada sistem pembayaran, dan membangun network yang berhubungan pada sistem pembayaran,” jelasnya.

Untuk diketahui, penghargaan ‘Law Enforcement Award’ dalam rangka ‘AP Visa Risk Security Summit 2018’ tersebut diberikan kepada Kombes Pol Nico Afinta selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono.

Kemudian, Kanit 4 Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu dan Panit 2 unit 4 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Iptu Verdika Bagus Prasetya. (dai)

LEAVE A REPLY