BPOM Gerebek Rumah Pabrik Sabun Kecantikan Ilegal di Tangerang

20170427_152318JurnalPatroliNews TANGERANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banten menggerebek sebuah rumah di bilangan Kampung Kedokan, Desa Cibogo, Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (24/5).

Sang pemilik diketahui bernama Tatang. Pabrik itu diklaim dapat memproduksi aneka produk sabun kecantikan 120 karton per hari dengan nilai omzet Rp7 miliar per bulan. Semua produk dengan empat merek berbeda itu sudah siap edar.

Di antara yang disita diberi merek Papaya, K Brother, dan Widya Temulawak. Khasiatnya diklaim dapat melembutkan atau memutihkan kulit namun belum dipastikan kebenarannya.

Kepala Balai POM Banten, Alex Sander mengatakan, pihaknya mendapat informasi keberadaan pabrik sabun kosmetik ilegal ini dari mastarakat.

“Kita mendapat laporan masyarakat bahwa ada produksi kosmetik secara ilegal di daerah sini. Kita coba telusuri dan kita temukan beberapa produk kosmetik, bahan bakunya, kemudian mesin-mesinnya kita temukan di sini,” kata Alex.

Alex Sander, menyebut bahwa bahan yang digunakan pabrik itu diduga tidak sesuai standar dan izin. Pemakaiannya dapat berakibat buruk, seperti gatal-gatal hingga kanker kulit.

“Kami harap warga dapat berhati-hati dalam memilih kosmetik, cermati kandungan dan tanda izin BPOM. Jangan tergiur dengan harga murah akan produk tersebut,” kata Alex.

Tatang si pemilik pabrik itu mengaku telah menjalankan usaha ilegalnya selama setahun terakhir. Wilayah distribusinya meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Selain sejumlah barang bukti yang diamankan, pemilik bisnis sabun ilegal ini juga akan diproses secara hukum.

Pemilik dikenakan pasal 197 undang-undang kesehatan, nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman 15 tahun penjara, denda Rp 1,5 miliar. (dai)

LEAVE A REPLY