Digerebek, Polisi Sita 20.800 Liter Arak Pabrik Rumahan

Kapolres_Tuban_Gerebek_Pengusaha_Arak_Semanding_pk0oz9JurnalPatroliNews TUBAN – Tiga kolam yang mampu menampung sekitar 20.800 liter bahan baku arak atau baceman Selasa (1/5) digerebek. Dua kolam masing-masing memiliki kapasitas 5 ribu liter tersebut ditemukan terlebih dahulu pada Kamis (28/4) di Dusun Dlupang, Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding. Dalam razia tersebut, diamankan Sumani, pemilik bahan baku arak tersebut.

Dalam pengembangan penyelidikan kemarin, satu kolam lain berisi 10.800 liter arak menyusul ditemukan tak jauh dari lokasi pertama. Selain kolam baceman baru, polisi juga mengamankan dua tersangka lain. Mereka adalah Sumarlik dan Warsam. Keduanya merupakan komplotan Sumani. Sumarlik merupakan pemain lama. Dalam penyelidikan terungkap dia bertugas sebagai peracik baceman. Sementara Sumani adalah otak dalam produksi minuman fermentasi beras tersebut.

Selain itu polisi juga menyegel 25 tungku dengan 30 tabung gas elpiji tiga kilogram serta 400 botol miras arak siap edar.

“Kami amankan tiga orang pemilik home industry miras itu, masing-masing berinisial MT, NK dan SM, semuanya penduduk Dusun Dlupang,” ujar Kapolres Tuban AKBP Nanang Hariono, yang dikonfirmasi, Rabu (2/5) tadi pagi.

Ia menambahkan, dalam seharinya, industri rumahan yang memproduksi miras ilegal itu mampu menjual 20 boks kardus yang per boksnya berisi 12 botol miras. Miras berwarna merah itu dijual dengan harga Rp 20.000 per botol. Miras ini dijual ke warung-warung dan atau toko-toko langganannya di Lamongan, Bojonegoro, Nganjuk, Mojokerto, dan Surabaya.

“Saya sungguh prihatin dengan banyaknya warga yang memproduksi miras ilegal jenis arak, baik yang murni mapun dioplos dengan minuman lainnya. Kami akan terus berkoordinasi dengan kejaksaan agar mereka dihukum maksimal agar menjadi efek jera,” tandas AKBP Nanang Hariono. (dai)

LEAVE A REPLY