Ditahan KPK, Rizal Sirait: Terima Kasih Kepada KPK Telah Melakukan Tugas Lebih Baik

Rijal-siraitJurnalPatroliNews JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan anggota DPRD Sumatera Utara, Rizal Sirait, Rabu (4/7).

Rizal yang kini anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sumatera Utara itu ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho.

Mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, dan peci putih Rizal terlihat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.30 WIB. Sambil menggenggam tasbih, Senator asal Sumut itu mengaku pasrah dengan proses hukum yang dihadapinya.

“Terima kasih untuk rekan-rekan, kami serahkan saja kepada KPK proses ini,” kata Rizal di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/7).

Rizal mengakui telah menerima uang suap dari Gatot Pujo sebesar Rp300 juta. Ia mengatakan telah mengembalikan uang tersebut kepada penyidik KPK. Rizal meminta maaf kepada masyarakat Sumut atas kasus hukum tersebut.

“Masyarakat Sumut, saya Rizal Sirait saya mohon izin dan mohon maaf persitiwa ini, ini ketentuan Allah,” ujarnya.

Rizal mengapresiasi KPK yang terus mengusut kasus dugaan suap kepada anggota DPRD Sumut. Senator asal Sumut itu juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga yang kini dipimpin Agus Rahardjo Cs.

“Proses ini sudah dilakukan oleh petugas KPK. Terima kasih kepada KPK yang telah melakukan tugas lebih baik,” kata dia.

Tim penyidik menahan Rizal di Rutan cabang KPK. Rizal setidaknya bakal mendekam di sel tahanan selama 20 hari pertama.

“Ditahan di Rutan cabang KPK selama 20 hari pertama,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (4/7).

Diketahui, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait fungsi dan kewenangan mereka sebagai wakil rakyat.

38 Legislator Sumut yang telah menyandang status tersangka terdiri dari anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan periode 2014-2019.

Para anggota DPRD Sumut ini diduga telah menerima suap dari Gubernur Sumatera Utara saat itu, Gatot Pujo Nugroho masing-masing sebesar Rp 300 juta hingga Rp 350 juta.

Suap ini diberikan Gatot kepada para anggota DPRD terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun anggaran 2012 sampai dengan 2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut tahun 2013 dan 2014.

Dari sejumlah tersangka itu, KPK telah menerima pengembalian uang sebesar Rp5,47 miliar. Uang tersebut pun telah disita sebagai barang bukti. (dai)

LEAVE A REPLY