DPR Aceh Tawarkan Referendum Bendera

Pemerintah masih beruapaya menggelar dialog soal bendera dengan pemerintah dan DPR Aceh.
Pemerintah masih beruapaya menggelar dialog soal bendera dengan pemerintah dan DPR Aceh.

Jurnalpatrolinews- DPR Aceh mengusulkan referendum atau meminta pendapat rakyat daerah itu untuk memutuskan penggunaan bendera Aceh yang saat ini dipersoalkan oleh pemerintah pusat.

Ketua Badan Legislasi DPRA, Abdullah Saleh mengatakan sejumlah pertemuan dengan pemerintah pusat yang sebelumnya menolak penggunaan bendera Aceh masih belum menemui titik temu hingga saat ini.

Dia mengatakan kecil kemungkinan Pemerintah dan DPR Aceh mengubah bentuk bendera yang telah mereka sahkan dalam bentuk qanun atau peraturan tentang bendera pada 25 Maret lalu.

“Sangat sulit bagi Pemerintah Aceh dan DPR Aceh kalau misalnya harus menarik keputusan yang telah ada dan disahkan dalam bentuk Qanun (peraturan) misalnya mengganti dan melakukan perubahan,” kata Abdullah.

“Kecuali jika memang perubahan itu melibatkan semua rakyat sendiri dan saya menawarkan dengan cara meminta pendapat rakyat atau semacam referendum kecil-lah jadi rakyat lah yang nantinya menentukan seperti apa bendera ini.”

Dialog berlanjut

“Kita tidak perlulah menghabiskan waktu yang tidak terlalu penting dan bisa kita akhiri pembicaraan soal bendera ini,” tambah politisi asal Partai Aceh ini.

Pemerintah sebelumnya dalam sejumlah kesempatan mengatakan bendera provinsi Aceh yang ada saat ini harus diganti karena menyerupai bendera kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka dan bertentangan dengan Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2007.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal April lalu juga telah meminta agar persoalan bendera Aceh bisa diselesaikan secara cepat dan tidak berkepanjangan.

Pemerintah juga khawatir jika polemik soal bendera ini tidak terselesaikan akan memunculkan konflik baru di wilayah tersebut.

Pembicaraan lanjutan antara pemerintah pusat dengan pemerintah dan DPR Aceh sejauh ini masih berjalan dan pertemuan selanjutnya dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (21/05) di Bogor Jawa Barat.

Abdullah Saleh mengatakan dia akan menyampaikan usulan referendum soal bendera ini pada pertemuan tersebut.

“Kemungkinan akan kami sampaikan usulan referendum ini pada pertemuan berikutnya,” kata Abdullah Saleh.

Sumber : BBC INDONESIA

8 COMMENTS

  1. Koen Koesnoeljakin – on facebook : Ada SATU bendera NEGARA yaaitu merah putih dan aada bendera Propinsi di indonesia ya 34 Begitu juga dinegara lain Pasti ada bendera Nasional dan bendera propinsi Emang kalo ada pekan Olahraga Nasional nggak peernah lihat ??

  2. Bambang Sudarmanto Gfi – on facebook : Terserah mau warna apa…yang pasti Bendera Merah Putih…HARUS LEBIH TINGGI DARI BENDERA LAINNYA..!!MERAH PUTIH HARGA MATI..!!!

  3. Koen Koesnoeljakin – on facebook : Pasti rakyat Aceh setuju merah Putih diatas semuanya…..PASTI ITU…….ingat cuma di aceh lho meraah putih tidak diturunin Belanda dan pesawat RI pertamapun sumbangan Raakyat Aceh… Yg diputuskan di swedia,tdk boleh Pemda Aceh dilandaskan Bendera GAM – ini yg harga mati utk RI………

  4. Barens Joubert Maramis – on facebook : kalo saya buatkan perda bahwa orang tua yg tidak sekolahkan anaknya sampal lulus sma akan dicambuk. .ini lebih menjamin eksistensi aceh dimasa depan.. itu saya yakin..

  5. Barens Joubert Maramis – on facebook : bendera gam kok dibuat perda (peraturan daerah), sudah abad 21, mendingan pemberdayaan ekonomi dan wajib belajar 12 tahun yg diperdakan. bendera gam. …ck ck ck udah masuk globalisasi mau balik era primodial kedaerahan…

  6. Ratu Adil – on facebook : dimana mana PARPOL menancapkan Benderanya malah disetiap tempat strategis diseluruh wil Indonesia…knapa tdk dipersoalkan..??….sementara ketika pemasangan ITU semuanya BENDERA PARPOL ,..”TDK ADA BENDERA SANG SAKA MERAH PUTIHNYA” GIMANA NIH

  7. Koen Koesnoeljakin– on facebook : Yaaa begitulah politik……sejak perdamaian RI dan GAM – pejabat2 termasuk gubernurnya adl ex GAM mayoritas – jadi RI wajib tegas

LEAVE A REPLY