Dua Kapolres Dicopot Jabatanya, Polri Akan Tindak Tegas yang Berkelakuan Nakal

Karo-Penmas-Div-Humas-Polri-Brigjen-Pol.-M.-IqbalJurnalPatroliNews JAKARTA – Mabes Polri angkat bicara soal kelakukan nakal dua Kapolres yang baru dicopot. Kedua tersebut adalah Kapolres Sanggau Kalbar AKBP Rachmat Kurniawan dan Kapolres Pangkep Sulsel AKBP Bambang Wijanarko.

“Itu laporan dari kapolda sehingga, karena kapolres kewenangan Mabes Polri untuk memutuskan tour of duty, setelah kita melakukan identifikasi sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut mereka dimutasikan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal di Mabes Polri, Kamis (12/7).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini pun menuturkan, pelanggaran yang dilakukan oleh Rachmat diduga terkait penyalahgunaan anggaran. Pencopotan jabatan tertuang dalam Surat Telegram Rahasia Kapolri nomor ST/1660/VII/KEP./2018

“Ada dugaan salah dalam melakukan manajemen dukungan anggaran selaku kuasa penguasa anggaran di Polres Sanggau,” tuturnya.

Sedangkan, Bambang Wijanarko dicopot dari jabatannya karena diduga kasus perselingkuhan dengan anak buahnya yakni polwan.

Pencopotan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan Nomor ST/1679/VII/KEP./2018, tanggal 6 Juli 2018. Bambang dimutasi sebagai perwira menengah di Polda Sulawesi Selatan.

“Maka dari itu setelah kita melakukan identifikasi sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut dimutasikan menjadi pamen Polda Sulsel karena diduga melakukan pelanggaran displin dan kode etik yaitu ada dugaan selingkuh,” katanya.

Keduanya kini nonjob di Polda masing-masing.

Seperti diberitakan, tak hanya mencopot Rachmat, pada saat bersamaan ternyata terbit surat mutasi untuk mencopot Bambang.

Bila Rachmat dimutasi secara mendadak karena dugaan penyalahgunaan dana pengamanan Pilkada Gubenur Kalbar di Sanggau, Bambang dimutasi karena punya hubungan khusus dengan Polwan anak buahnya. (dai)

LEAVE A REPLY