Dua Nama Pejabat Kemendagri Dalam Pusaran Kasus Korupsi Kampus IPDN Sumbar

ipdnJurnalPatroliNews JAKARTA – Terungkapnya kasus korupsi pembangunan kampus IPDN Bukittinggi tahun 2011 yang menyeret Dudy Jocom mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemendagri. Setidaknya terdapat dua nama yang turut menerima aliran dana dari proyek yang merugikan keuangan negara 34 milyar.

Terdapat nama MR mantan ketua panitia pengadaan barang dan jasa SK selaku sekretaris panitia.

Kedua nama tersebut pernah diperiksa KPK sebagai saksi tersangka Dudy Jocom disamping nama lain yang turut diperiksa.

Febri Diansyah Juru Bicara KPK hanya membenarkan kedua pejabat Kemendagri tersebut.

“Diperiksa hanya sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom, KPK terus mendalami kasus ini dan Dudy juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus IPDN Riau bersama Budi Rachmat Kurniawan,” ujarnya.

Menanggapi kasus belum ditetapkannya tersangka lain dalam kasus yang sama, pengamat hukum Universitas Mpu Tantular Sabar Sihombing mengatakan kinerja KPK kurang efisien.

“Silahkan saja KPK berstrategi untuk membuka kasus-kasus yang tertutup rapat, tapi menggantung suatu perkara itu adalah tindakan inefisiensi dan merugikan belanja negara juga. Hormati juga hak azasi manusia dalam hal ini mereka yang disebutkan namanya kalau tidak ada bukti,” ucapnya kepada JurnalPatroliNews, Jumat (6/7).

KPK dalam ekspos kasus baru merilis bahwa dari hasil pengembangan kasus terungkap ada kerugian negara sebesar 34 milyar pada pembangunan kampus IPDN Riau dan Dudy Jocom serta Budi Rachmat Kurniawan sudah ditetapkan sebagai tersangka. (dai)

LEAVE A REPLY