Erupsi Gunung Agung Kembali Terjadi, Muntahkan Abu Vulkanik Mencapai 2.500 M

180704145803-kembaJurnalPatroliNews KARANGASEM – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali erupsi pukul 12.20 WITA, dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 2.500 meter, Rabu (4/7). Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil Syahbana, menjelaskan untuk kolom abu teramati bergerak ke arah barat.

Sementara untuk ketinggian erupsi Gunung Agung, masih tidak berubah walaupun mengalami sedikit peningkatan dari erupsi abu yang terjadi dalam seminggu terakhir ini.

“Untuk peningkatan tinggi kolom, itu memang kemarin sudah terjadi beberapa kali gempa vulkanik. Kemungkinan, ada injeksi magma baru walaupun belum signifikan. Tetapi itu menambah tekanan ke tubuh Gunung Agung, sehingga sampai saat ini, kami menyimpulkan bahwa aktivitas Gunung Agung masih tidak stabil,” ucap Devy di Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, Rabu (4/7).

Devy Kamil Syahbana menambahkan, pihaknya saat ini menyimpulkan bahwa Gunung Agung dalam kondisi tidak stabil. Menurutnya erupsi susulan masih dapat terjadi, lantaran masih adanya suntikan magma baru didalam tubuh gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut.

“Sehingga sampai saat ini kami menyimpulkan bahwa aktivitas Gunung Agung masih tetap tidak stabil ya. Masih rawan untuk terjadi erupsi-erupsi selanjutnya. Karena itu kami masih sampai saat ini data-data kami menunjukkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Agung masih tetap di level III atau siaga dengan zona bahaya masih berada pada radius didalam 4 kilometer,” imbuh Devy.

Devy juga mengimbau, pada masyarakat yang berada di luar zona bahaya itu, untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu atau berita-berita mengenai aktivitas Gunung Agung yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, Devy juga menjelaskan untuk potensi ancaman bahaya saat ini masih tetap berupa lontaran lava pijar atau pun erupsi abu dan juga hujan abu lebat yang tergantung penyebarannya di sekitar Gunung Agung.

“Untuk sektornya itu tergantung pada arah dan kecepatan arah angin. Kalau yang siang tadi, kita lihat secara detail kemungkinan masih ada lontaran lava pijar di sekitar Gunung Agung. Hari ini, masih kita lihat ada kebakaran juga dibeberapa area di dekat puncak Gunung Agung,” tutup Devy. (dai)

LEAVE A REPLY