Insiden Mako Brimob, Wiranto: Kami Beri Ultimatum, Bukan Negosiasi

1633805401JurnalPatroliNews JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menyatakan para tahanan terorisme yang melakukan aksi penyanderaan di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak Selasa (8/5) malam sampai Kamis (10/5) dini hari telah menyerah tanpa syarat. Oleh sebab itu, operasi penanggulangan teror di dalam rutan dinyatakan selesai.

“Aparat keamanan sebelum melakukan tindakan, lebih dulu memberikan ultimatum. Jadi bukan negosiasi. Jangan salah diartikan bahwa kita bernegosiasi,” ujar Wiranto di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).

Wiranto bicara didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan melalui ultimatum tersebut, para tahanan kemudian diberikan pilihan, yakni untuk menyerahkan diri atau menerima risiko akibat serbuan yang akan dilakukan aparat.

“Ultimatum itu bahwa kita akan melaksanakan menyerah atau ambil resiko dari serbuan aparat keamanan Indonesia tentu dengan batas waktu tertentu di mana mereka harus menjawab. Maka direncanakan serbuan untuk melumpuhkan para pelaku teroris yang telah kita kepung dan isolasi,” ungkapnya.

Setelah diberikan ultimatum, menurut dia, dari total 155 tahanan yang ada di Mako Brimob Kelapa Dua, sebanyak 145 orang kemudian menyerah tanpa syarat sebelum fajar pada Kamis pagi.

“Kita minta satu-persatu mereka keluar dari lokasi dan tidak ada negosiasi dan tawar-menawar,” jelas Wiranto.

Wiranto menyebut, sempat ada 10 orang napi teroris yang tidak mau menyerah. Namun setelah dilakukan serbuan terencana, seluruhnya menyerahkan diri.

Wakapolri Komjen Syafruddin sebelumnya menyebut operasi penanganan napi teroris di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob berakhir pukul 07.15 WIB. (dai)

 

LEAVE A REPLY