Jaro Ade Bungkam Terkait Duggaan Ijazah Palsunya

IMG - 45789Jurnalpatrolinews – Bogor,  Calon Bupati Bogor  Ade Ruhandi, bungkam terhadap tuduhan warga mengenai dugaan ijazah palsu yang digunakannya sebagai syarat pencalonannya menjadi bupati.

Cabup bernomor urut 3 yang berpasangan dengan Cawabup Inggrid Kansil ini enggan menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan, termasuk kepada Jurnal Patroli News. Com.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan pemuda yang tergabung dalam Pemuda Anti Ijazah Palsu berdemo didepan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, jakarta, kemarin. Dalam aksinya, mereka meminta KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberi sangsi diskualifikasi calon Bupati Bogor nomor urut 3, Ade Ruhandi (Jaro Ade) yang berpasangan dengan Inggrid Kansil.

Menurut koordinator Aksi, Raden, pihaknya meminta pencopotan Ade Ruhandi sabagai Cabup lantaran diduga menggunakan ijazah palsu dalam pencalonan bupati. Raden menambahkan,  ada tiga tuntutan kepada KPU Pusat. Selain meminta KPU Kabupaten Bogor mendiskualisifikasi Ade, juga mendesak Bawaslu Kabupaten Bogor untuk segera memberikan sanksi juga terhadap Cabup nomor 3 itu.

“Yang ketiga, kami meminta KPU Kabupaten Bogor agar mengevaluasi ijazah Ade Ruhandi dan segera melaporkan dugaan ijazah palsu ini ke aparat penegak hukum agar mendapat hukuman pidana,” kata Raden dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/6/2018).

Tak sampai disitu,  Raden juga meminta, agar aparat Kepolisian turun tangan mengusut kasus ini. Karena menurutnya ini telah terjadi tindak pidana melanggar Pasal 263 KUHP ayat 2, jika terbukti maka ancamannya hukuman penjara selama 6 tahun. “Kami minta ketegasan penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini. Karena jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk di negeri ini, ” tegasnya.

Selain Raden, salah seorang peserta aksi, Dedi (45) warga Kabupaten Bogor juga mencurigai ada permainan antara Cabub dan KPU sehingga Jaro Ade dapat lolos saat dilakukan verifikasi yang dilakukan KPU. Karena menurutnya,  kenapa segampang itu KPU bisa meloloskan Cabub yang diduga kuat  menggunakan syarat ijazah palsu.

“Mengapa orang yang jelas-jelas memalsukan ijazah bisa lolos verifikasi KPU, ini harus ditelusuri dan diselesaikan sampai tuntas karena ini melanggar hukum dan merusak norma dan etika dunia pendidikan dan politik. Kok segampang itu orang bisa lolos verifikasi di KPU Kabupaten Bogor, ” Kata Dedi.

Hingga berita ini diturunkan Jaro Ade belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. Meski Jurnalpatrolinews.com berkali-kali mencoba mengkonfirmasi soal ijazah palsu itu ke telepon celluler pribadi Jaro Ade, namun, tidak ada jawaban. Begitu juga via pesan pendek. (Roni Faslah)

LEAVE A REPLY