Kapolri Sebut Pemilik Bom Pasuruan Pengecut, Tinggalkan Anaknya yang Jadi Korban

3042037340JurnalPatroliNews TANGERANG – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut terduga pemilik bom yang meledak di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur yakni Anwardi sebagai pribadi pengecut.

Alasannya, Anwardi lebih memilih kabur dan meninggalkan anaknya yang menjadi korban ledakan tersebut.

“Anaknya luka, anaknya masuk rumah sakit. Bapaknya enggak tanggung jawab, pengecut, lari,” kata Tito di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten, Jumat (5/7).

Seharusnya, kata Tito, sebagai orangtua, Anwardi bertanggungjawab terhadap anaknya dan bukan malah sebaliknya.

“Harusnya tanggung jawab kepada anaknya,” kata Tito.

Anak dari Anwardi sendiri mengalami luka bakar di bagian wajah dan kaki akibat terkena ledakan bom tersebut. Dia diduga memainkan bom yang kemudian meledak.

“Main-main, dipakai oleh anak. Dipikir mungkin bola atau apa, meledak,” kata dia.

Menurut Tito, bom tersebut setipe dengan bom ikan yang biasa digunakan oleh nelayan secara ilegal. Hanya saja, dalam pengembangannya, jenis bom tersebut juga digunakan kelompok teroris untuk melakukan aksi teror.

“Ini tujuannya TPS yang kemarin, tetapi karena pengamanan ketat dari petugas Polri, TNI, dan lain-lain, ditambah dengan pengejaran, tekanan dari tim pengejar dari kepolisian terutama, sehingga enggak jadi (digunakan),” pungkasnya. (dai)

LEAVE A REPLY

three + 17 =