Kasus Korupsi, Mantan PM Pakistan Nawaz Sharif Ditangkap

Nawaz-SharifJurnalPatroliNews ISLAMABAD – Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif memutuskan pulang dari Inggris untuk menjalani vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan padanya dalam kasus korupsi. Otoritas Pakistan lantas memblokir sebagian wilayah kota Lahore, kampung halaman Sharif, sebagai antisipasi.

Sharif divonis 10 tahun penjara secara in-absentia oleh pengadilan, pekan lalu. Dia dinyatakan bersalah atas korupsi terkait pembelian sejumlah properti mewah di London. Saat vonis dijatuhkan, Sharif masih berada di London untuk menemani istrinya yang menjalani pengobatan kanker.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (13/7), Sharif telah terbang meninggalkan London pada Kamis (12/7) malam waktu setempat. Dia pulang bersama putrinya, Maryam, yang juga telah divonis 7 tahun penjara atas dakwaan korupsi.

Menurut sumber anonim, ayah dan anak itu terbang dari London ke Lahore. Namun, dijemput otoritas setempat ke Islamabad menggunakan pesawat kecil.

Dalam video yang dirilis Partai Liga Islam (Pakistan Muslim League Noon/PMLN), Sharif berujar kepada para pendukungnya dari dalam pesawat. Ia menyatakan bahwa kembali ke Pakistan sebagai pengorbanan untuk generasi masa depan negara dan stabilitas politik negaranya.

“Negara ini pada titik kritis sekarang. Saya telah melakukan apa yang saya bisa. Saya sadar bahwa saya telah dijatuhi hukuman 10 tahun dan akan dibawah ke sel penjara segera,” imbuhnya.

Anggota PLMN dan loyalis Sharif menggelar protes atas keputusan pengadilan setempat. Mereka menilai Sharif telah diperlakukan secara tidak adil.

Shahbaz Sharif, mantan Menteri Punjab dan Kepala Partai PMLN menegaskan menolak putusan bersalah terhadap saudaranya tersebut.

“Keputusan itu cacat, bermotif politik dan memiliki celah yang mencolok,” katanya.

Menindaklanjuti kabar kepulangan Sharif, otoritas Pakistan memperketat pengamanan di Lahore, wilayah asal Sharif. Dituturkan Kepala Kepolisian setempat, Sajjad Hasan Man, bahwa sekitar 8 ribu hingga 10 ribu personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga keamanan di Lahore.

Kepolisian mengerahkan sejumlah kontainer besar untuk memblokir beberapa ruas jalanan Lahore pada Jumat (13/8) pagi waktu setempat. Dituturkan seorang pejabat kepolisian setempat yang enggan disebut namanya, bahwa otoritas Lahore telah menetapkan sedikitnya 50 titik lokasi pemblokiran. Lalu lintas kendaraan dari dan ke bandara setempat juga dibatasi.

Namun para pendukung Sharif juga simpatisan Partai PML-N bertekad akan melakukan long-march ke bandara tempat Sharif mendarat. Mereka bahkan bersumpah akan melawan otoritas setempat jika ditantang.

“Kami akan bergerak ke bandara dan jika ada yang menghentikan kami maka kami siap masuk penjara,” tegas salah satu pendukung Sharif, Khurram Ehsan (36), kepada AFP. “Kami bisa melewati batas demi pemimpin kami,” imbuhnya. Sharif sebelumnya memimpin PML-N, namun kini posisi itu dijabat oleh adiknya, Shahbaz Sharif. (dai)

LEAVE A REPLY

nine − two =