Keluar Dari Gerindra, Nuruzzaman: Respon Spontan Tidak Terima Kiainya Dihina

mohammad-nuruzzaman_c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c_630x420_thumbJurnalPatroliNews JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Gerindra M Nuruzzaman menyatakan keluar dari Partai Gerindra karena partai besutan Prabowo itu sudah tidak sejalan lagi dengan jalan perjuangannya.

Nuruzzaman juga menuding isu SARA yang sudah melampaui batas dan meletakkan Jakarta sebagai kota paling intoleran adalah karena kontribusi elite Gerindra.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudhajid membenarkan pengunduran diri Nuruzzaman. Menurutnya, Nuruzzaman sudah lama tidak aktif di Gerindra.

“Ya (benar mundur). Tapi selama ini juga gak terlalu aktif,” ujar Sodik ketika dihubungi Rabu (13/6) siang.

Wakil Ketua Komisi VIII itu menjelaskan, kader Partai Gerindra harus taat kepada disiplin partai. Kader juga harus setia kepada visi misi partai dan mengutamakan kepentingan partai daripada kepentingan pribadi.

“Dia tidak memenuhi janji dan jati diri kader Gerindra. Saya kira semua partai hanya perlu kader yang loyal, setia dan dedikatif,” ujarnya.

Nuruzaman mengundurkan diri karena merasa Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon telah menghina Sekjen PBNU Yahya Cholil Staquf.

Sementara itu, M Nuruzzaman menjelaskan, kepada elite Gerindra yang bicara soal pengunduran dirinya, dia menyarankan agar mencari tahu lebih dulu, barulah kemudian berkomentar. Dia menegaskan pengunduran dirinya sebagai respon spontan seorang santri yang tak terima kiainya dihina.

“Kalau tidak tahu jangan berkomentar, seharusnya bertabayun. Jangan asal saya punya bukti, saya punya datanya. Ini adalah respons santri terhadap kiainya yang dihina. Santri itu kalau kiainya dihina oleh orang lain, dia berdiri paling depan membela, karena bagi santri, kiai itu adalah marwahnya,” ujar Nuruzzaman.

Soal ditawari bergabung di partai lain, Dia mengakui memang ada teman-temannya dari partai lain yang menawari bergabung menjadi caleg. Namun tawaran itu datang setelah dia mundur dari Gerindra, bukan sebelumnya. Dan dia juga tak berpikir mau menerima tawaran-tawaran itu.

“Saat ini saya tidak berpikir untuk nyalon legislatif atau untuk masuk partai lain. Itu tuduhan mengada-ada,” ujarnya. (dai)

LEAVE A REPLY

13 + 17 =