Kolaborasi dan Kemitraan Sangat Penting untuk Pembangunan Papua

Suasana-Pertemuan-Freeport-dan-UncenJurnalPatroliNews JAKARTA – Kolaborasi, sinergi, dan kemitraan antara pemangku kepentingan diperlukan agar pembangunan Papua berjalan maksimal.

“Dalam membangun Papua, pendekatan kemitraan ini menekankan masyarakat Papua yang harus berdaya, karena tidak mungkin orang lain yang membuat masyarakat Papua sejahtera. Rakyat Papua harus berdaya dan orang lain membantu sebagai mitra,” papar Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Apolo Safanpo, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (12/11).

Hal tersebut disampaikan dalam acara talkshow berjudul ‘Kemitraan Multi Pihak untuk Pembangunan Berkelanjutan di Papua’ yang diselenggarakan Universitas Cenderawasih bekerja sama dengan lembaga Partnership-ID dan didukung PT Freeport Indonesia.

Pendiri Partnership-ID, Erna Witoelar mengatakan, pembangunan Papua akan mendapatkan manfaat dari kemitraan multi-pihak berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Sekarang mungkin belum begitu terlihat, namun ke depan akan makin banyak aspirasi dari Papua mewarnai pelaksanaan SDGs dengan banyaknya kemitraan yang dijalankan dengan baik di sini,” ucap mantan Menteri Pemukiman dan Pengembangan Wilayah ini.

Erna yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Millenium Development Goals (MDGs) Asia Pacific ini mengajak seluruh pihak yang berkepentingan di Papua, untuk bekerja sama dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan tersebut sebagai upaya untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi lingkungan hidup, dan memastikan semua orang menikmati kemakmuran dan kedamaian.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan, kemitraan yang dijalankan dengan baik adalah modal untuk Papua lebih maju lagi. “Freeport menyadari bahwa kemitraan sangat penting untuk mendorong kesejahteraan rakyat Papua serta mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang diidamkan,” kata dia.

Berdasarkan pengalaman, tambah dia, tanpa peran serta dan partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam program, hasil yang dicapai menjadi tidak maksimal dan berdampak pada efektivitas program. Sejak lama Freeport Indonesia mengadopsi konsep pembangunan berkelanjutan sebagai bagian integral operasi perusahaan.

“Kontribusi Freeport dimaksudkan menjadi stimulus bagi pembangunan yang berkelanjutan dan bukan sekadar hibah,” paparnya. (dai)

LEAVE A REPLY