KPK Sita Jeep Rubicon dan Emas 1,9 Kg Milik Yaya Purnomo

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti sitaan saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota DPR Komisi XI Fraksi Demokrat Amin Santono dapil Jawa Barat X bersama delapan orang lainnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (5/5). Dalam Operasi tersebut KPK juga menyita barang bukti berupa Logam Mulia seberat 1,9 Kg, uang Rp1,8445 Milyar (termasuk yang 400 juta OTT), SGD 63.000 dan USD12.500. Uang tersebut diduga suap untuk pemulusan usulan transfer anggaran perimbangan pusat-daerah dalam APBN Perubahan 2018. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras/18
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti sitaan saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota DPR Komisi XI Fraksi Demokrat Amin Santono dapil Jawa Barat X bersama delapan orang lainnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (5/5). Dalam Operasi tersebut KPK juga menyita barang bukti berupa Logam Mulia seberat 1,9 Kg, uang Rp1,8445 Milyar (termasuk yang 400 juta OTT), SGD 63.000 dan USD12.500. Uang tersebut diduga suap untuk pemulusan usulan transfer anggaran perimbangan pusat-daerah dalam APBN Perubahan 2018. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras/18

JurnalPatroliNews JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita satu unit mobil Jeep Wrangler Rubicon milik Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Direktorat Perimbangan Keuangan pada Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Penyitaan ini terkait dengan kasus dugaan suap yang menjerat anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani itu.

“Ada mobil lain yang kami sita sejauh ini ada Rubicon dari YP (Yaya Purnomo),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (8/5).

Mobil mewah tersebut disita KPK bersamaan dengan penyitaan sejumlah uang dan emas seberat 1,9 kg milik Yaya.

“Kalau Rubicon disita dari YP (Yaya Purnomo) sama seperti ketika kita melakukan penyitaan terhadap sejumlah emas batangan ya sampai dengan total 1,9 kg tersebut,” kata febri.

Tak hanya Jeep Rubicon milik Yaya, KPK pun telah menyita Jeep Wrangler Rubicon milik anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat Amin Santono yang juga telah menyandang status tersangka. Mobil itu disita setelah mengamankan Amin dan sopirnya di sekitar kawasan Bandara Halim Perdana Kusuma.

“Juga Rubicon yang di mobil yang digunakan pada saat ini ya pada saat peristiwa terjadi. Jadi itu dua hal yang berbeda,” katanya.?

Dalam kasus suap terhadap Amin Santono, KPK menyita uang sejumlah Rp 400 juta yang diduga merupakan suap untuk Amin terkait usulan dana Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2018.

Selain mengamankan uang sejumlah Rp 400 juta, tim juga menyita bukti transfer Rp 100 juta kepada Eka Kamaluddin (EKK) dari Ahmad Ghiast selau kontraktor di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat. Penyidik juga menyita dokumen proposal.?

Uang sejumlah Rp 400 juta dan Rp 100 itu merupakan bagian dari 7% komitmen fee yang dijanjikan oleh kontraktor untuk 2 proyek di Pemkab Sumedang yakni di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan senilai Rp 4 milyar dan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 21,850 milyar. ?Yaya diduga bersama-sama Amin akan meloloskan anggaran dua proyek tersebut.?

Amin Santono, Eka Kamaluddin, dan Yaya Purnomo pihak penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Ahmad Ghiast sebagai pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (dai)

LEAVE A REPLY