KSP Lakukan Monev Regulasi soal Investasi

IMG_4983Jurnalpatrolinews – Jakarta, Regulasi menjadi faktor penentu peningkatan investasi, oleh karena itu peraturan yang menghambat investor perlu dievaluasi dan jika perlu dipangkas.

Pandangan di atas mengemuka saat Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang didampingi Deputi I KSP Darmawan Prasojo dan Staf Khusus KSP Leonardi menerima tim Bimasena yang dipimpin oleh Menteri Pertambangan dan Energi RI ke-7 Soebroto, di Bina Graha, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

“Di sektor migas ada banyak regulasi yang menurut menteri sudah dipangkas, coba nanti kita lihat apakah sudah dijalankan apa belum?,” tandas Moeldoko.

Menurut Kastaf, Presiden meminta supaya Kantor Staf Presiden melakukan monitor dan evaluasi segala bentuk regulasi yang berkait dengan investasi dan ekspor yang hasilnya dilaporkan kepada Presiden secara berkala.

Kalau investasi tidak masuk, produksi akan turun terus. Dilain sisi, konsumsi akan naik terus. Jika dibiarkan, disparitas konsumsi dan produksi akan menjadi sangat besar dan menjadi beban berat anggaran.

“Jadi dari sekarang upaya menarik investor harus segera dilakukan. Kalau kita tidak agresif dan menciptakan kondisi yang kompetitif, maka situasinya akan makin gawat,” jelas Ari, dari tim Bimasena.

Sementara itu, Soebroto menyampaikan terima kasih atas kedatangan dan pembukaan Indonesia Petroleum Association oleh Presiden Jokowi pada 2 Mei 2018. “Kedatangan Presiden memberi efek yang sangat besar bagi kemajuan industri migas,” ungkap Soebroto.

Soebroto yang pernah menjabat Sekjen Opec itu berharap, Presiden bisa menerima para investor minyak dan gas. Disampaikan juga, tim Bimasena akan memberikan review untuk peningkatan produksi minyak dan gas.

Diungkapkan, tim Bimasena akan membuat elaborasi yang lebih tajam dan alternatif jalan keluar atas persoalan migas tersebut. Tujuannya agar Indonesia bisa bersaing di pasar migas yang sangat kompetitif. Karena negara-negara lain juga berlomba-lomba untuk menarik investasi. (rdk)

LEAVE A REPLY