Kuasa Hukum Paslon JADI Gugat Hasil Rekapitulasi Kabupaten Bogor ke MK

048619800_1531304934-IMG-20180627-0063JurnalPatroliNews BOGOR – Hasi rapat pleno rekapitulasi Pilbub Bogor 2018 digugat satu di antara pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Bogor.

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor urut 3, Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI) melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin.

Kuasa Hukum Pasangan Jadi, Herdiyan Nuryadin mengatakan, gugatan terhadap hasil pleno Pilbub Bogor 2018 tersebut diajukan pada Selasa (10/7).

“Ya sore tadi kita sudah gugat ke MK,” katanya.

Herdiyan menambahkan gugatan dilayangkan pihaknya berkaitan dengan adanya temuan khusus pada pelaksanan Pilkada Kabupaten Bogor.

Terutama terkait permasalahan Daftar Pemilih Tetap Tambahan atau DPTB.

“Salah satunya soal DPTB, kami sudah siapkan bukti-bukinya juga,” tambahnya.

Berdasarkan data diperoleh pojokbogor.com, perkara Pilkada Kabupaten Bogor dengan nama pemohon, H. Ade Ruhandi – Jaro Ade, S.E. & Inggrid Maria Palupi Kansil, S.Sos. (Nomor Urut 3) terdaftar dengan nomor gugatan APPP 30/1/PAN.MK/2018. Dengan termohon KPU Kabupaten Bogor.

Sementara itu terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Bogor Divisi Hukum, Erik Fitriadi mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya gugatan tersebut.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menunggu keputusan MK terkait gugatan yang dilayangkan paslon nomor urut 3 itu.

“MK akan merilis tanggal 23 Juli. Terkait diterima atau tidak diterima gugatan kita tunggu saja,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Ia pun menjelaskan bahwa yang berhak memeriksa perselisihan hasil pemilihan itu adalah MK.

“MK mungkin nanti punya pertimbangan lain untuk memutuskan apakah gugatan tersebut diteriama atau tidak,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor memenangkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan (Hadist) yang memperoleh suara terbanyak 41 persen, selisih 3 persen dari pasangan Ade Ruhandi-Inggrid Kansil (Jadi) 38,7 persen.

Dalam rapat pleno hingga Sabtu (7/7) dini hari berlangsung alot, banyak diwarnai keberatan para saksi dari masing-masing pasangan calon.

Berdasarkan hasil rapat pleno KPU Kabupaten Bogor, Ade Yasin-Iwan Setiawan meraih suara terbanyak dari paslon lainnya.

Paslon nomor urut dua itu memperoleh 912.221 suara atau 41,12 persen. Disusul paslon nomor urut 3 Ade Ruhandi (Jaro Ade)-Ingrid Kansil dengan raihan 859.444 suara atau 38,74 persen.

Kemudian diikuti Fitri Putra Nugraha (Nungki)-Bayu Syahjohan dengan perolehan 177.153 suara atau 7,98 persen. Lalu, Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat dengan 168.733 suara atau 7,60 persen.

Terakhir, Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama meraih 100.745 suara atau 4,54 persen.

Sepanjang jalannya rapat pleno sejak Jumat lalu berjalan banyaknya instruksi dari beberapa saksi masing-masing pasangan.

Beberapa saksi keberatan mengenai empat panitia pemilihan kecamatan (PKK) yang tidak menyajikan data menggunakan DA1 (rekap kecamatan).

Selain itu, instrupsi keberatan saksi juga terjadi saat terjadi kesalahan penulisan antara daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih pindahan (DPPh), dan daftar pemilih tambahan (DPTb). (dai)

 

LEAVE A REPLY