Kunjungan ke Israel, Gus Yahya: Saya di Sini Untuk Palestina

193042-kunjungan-ke-israel-dikecam-yahya-cholil-staquf-let-it-be-largeJurnalPatroliNews JAKARTA – Katib Aam Nahdlatul Ulama yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya angkat bicara soal kedatangannya ke Israel. Dia juga menyesalkan berbagai tudingan negatif yang mengarah kepadanya setelah menjadi pembicara dalam acara yang digelar American Jewish Committe.

Gus Yahya menilai kehadirannya di Israel murni untuk membela Palestina.

“Mereka meneriaki saya, ‘Anda ini muslim atau bukan? Mengapa Anda tidak membela Palestina?’ Saya adalah muslim, saya ulama, dan saya mengabdi di jajaran kepemimpinan di salah satu organisasi muslim terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Jadi jelas bahwa saya di sini untuk Palestina,” tegas Gus Yahya di hadapan warga Israel saat berbicara di Truman Institute, Israel, Kamis (13/6).

Yahya mengutip perkataan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, yaitu ‘mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan darimu, mereka yang membencimu tidak akan mengubah pikiran mereka meski kau jelaskan’.

“Jadi saya hanya akan berkata, ‘Let it be.’ Saya hanya akan fokus pada pesan yang saya yakini perlu untuk saya sampaikan,” ucap Yahya.

Perlu diketahui bahwa Truman Institute merupakan lembaga kajian di Universitas Hebrew, Israel, yang berfokus pada upaya perdamaian di Timur Tengah.

Gus Yahya menjelaskan, kedatangannya itu adalah sebuah upaya untuk menciptakan perdamaian di bumi Palestina dan Israel. Oleh karena itu, dia tak menyia-nyiakan kesempatan langka saat ada orang Yahudi yang mengundangnya untuk berbicara.

“Saya datang ke Yerusalem dengan perhatian yang sangat dalam. Karena saya takut dan khawatir nanti ke depan, semua usaha untuk perdamaian terhenti, bahkan harapan untuk perdamaian telah sirna,” tambahnya.

Terkait dengan orang-orang yang meragukan keislamannya karena menginjakkan kaki ke Israel. Gus Yahya dapat memastikan bahwa dirinya hingga detik ini merupakan muslim. Sehingga hal itu harusnya tak lagi perlu dipertanyakan.

“Anda semua bisa melihat track record dari organisasi kami dalam hal pembelaan terhadap Palestina. Jadi jelas, bahwa saya di sini untuk Palestina,” tegas Gus Yahya.

Sebelumnya, kecaman terhadap Yahya Cholil Staquf datang dari dalam maupun luar negeri. Kritik untuk pria yang akrab disapa Gus Yahya itu sebenarnya muncul sejak rencana keberangkatannya ke Israel. Kritik itu jadi kian deras setelah muncul video Gus Yahya di panggung American Jewish Committee (AJC). Dari video yang diambil pada 10 Juni 2018 itu, diketahui Gus Yahya tak menyinggung soal Palestina.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid melontarkan kritik untuk Gus Yahya setelah video yang diunggah AJC itu ramai dibahas. PAN dan Gerindra menyusul melempar kritik, bahkan mengaitkannya dengan Jokowi. Golkar dan PPP menuntut penjelasan. Partai Demokrat menyarankan Gus Yahya minta maaf.

Dari luar negeri, kecaman datang dari Hamas, yang menyebut Gus Yahya menghina rakyat Palestina karena telah berbicara di panggung Israel. Tak berhenti di sana, Palestina juga membuat pernyataan kecaman.

“Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk partisipasi delegasi ulama Indonesia dari organisasi Nahdlatul Ulama yang diwakili oleh Mr Yahya Staquf, Sekjen PBNU, di AJC Global Forum di Yerusalem pada 10-13 Juni 2018,” demikian bunyi keterangan resmi Kemlu Palestina, seperti dikutip pada Rabu (13/6). (dai)

LEAVE A REPLY