Mantan PM Najib Razak Dilaporkan ke Komisi Anti-Korupsi Malaysia

Najib-RazakJurnalPatroliNews KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia dilaporkan ke Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) atau Komisi Pemberatasan Korupsi Malaysia. Pelapornya adalah mantan anak buahnya, yang perna menjadi pejabat di MACC.

Abdul Razak Idris, mantan Direktur Investigasi dan Intelijen MACC, mengajukan dua laporan ke komisi anti-rasuah terhadap Najib Razak pada Senin (14/5) pagi.

Laporan pertama atas tuduhan bahwa Najib telah menggunakan posisinya untuk menerima gratifikasi. Laporan kedua atas tuduhan bahwa Najib diduga memiliki properti yang tidak dapat dijelaskan pada publik.

“Saya juga akan berdiskusi dengan para perwira di sini jika saya harus mengajukan laporan lain di sini atau dengan polisi di bawah Pasal 217 dan 218 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di mana pegawai negeri tertentu menyelamatkan seseorang dari hukuman atau properti dari penyitaan,” katanya.

“Alasan saya mengajukan laporan hari ini adalah agar MACC dapat mengambil tindakan cepat,” katanya kepada wartawan sebelum memasuki markas MACC, yang dikutip The Star.

“Kami juga tidak tahu apakah Komisaris Utama saat ini Tan Sri Dzulkifli Ahmad akan digantikan oleh pendahulunya Tan Sri Abu Kassim (atau tidak),” ujarnya.

Abdul Razak mengatakan, dia baru mengajukan laporan ini sekarang karena laporan itu tidak akan ada gunanya jika diajukan saat Najib menjabat karena tidak akan ada tindakan yang diambil. Dia juga mengatakan, mantan atasannya yang mendorongnya untuk melaporkan kasus ini, tetapi Abdul Razak menolak menyebutkan namanya.

“Beberapa orang khawatir tentang saya karena berani keluar untuk mengajukan laporan ini, tetapi tidak apa-apa,” ujarnya.

“Saya sudah berusia 69 tahun. Jika saya mati, saya mati untuk negara ini.”

Sebelumnya diberitakan, Komisaris Utama Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) Dzulkifli Ahmad mengajukan surat pengunduran dirinya hari ini. Sebuah sumber mengatakan, surat pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Sekretaris Utama Pemerintah Ali Hamsa.

Dzulkifli diangkat sebagai ketua komisi MACC 1 Agustus 2016. Masa jabatannya berakhir pada 31 Juli 2021. Dia menggantikan Abu Kassim Mohamed karena masa jabatannya telah berakhir. (dai)

LEAVE A REPLY