Masih Soal HRS! Polri Terkesan Cenderung Aneh, IPW Kritik Polri Harus Berani Umumkan ke Publik Jika Benar Kasus Dihentikan

jp 1234789Jurnalpatrolinews – Jakarta,  Kasus pornografi dan chat porno yang menyeret nama Rizieq Shihab masih menjadi teka-teki. Terlebih Polri tidak mau terang-terangan menyikapi kabar SP3 atau penghentian penyidikan kasus tersebut.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyayangkan sikap Polri yang tidak tegas. Dia menilai, sikap tidak transparan itu sengaja dilakukan karena Polri malu berterus terang.

“Memang belakangan ini Polri terkesan cenderung aneh, tidak transparan dan berusaha menutupi hal-hal yang sebenarnya tidak perlu ditutupi,” ujar Neta melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (9/6).

Menurut Neta, sikap abu-abu tersebut justru bakal merugikan Polri. Seharusnya Polri dengan tegas menepis isu SP3 jika memang kasus masih diproses.

Pun sebaliknya, Polri harus berani mengumumkan ke publik jika memang benar kasus tersebut dihentikan. Sekalipun Polri tak memiliki kewajiban mengumumkan SP3 suatu kasus. Dengan begitu, tidak timbul spekulasi liar di kalangan publik.

“Sikap Polri yang tertutup itu mungkin karena aparatur Polri sudah terlanjur malu. Sehingga mereka malu mengakui dan bersikap transparan,” ucap Neta.

Sejak awal, IPW melihat kasus chat porno Rizieq lemah dibawa ke ranah hukum, namun polisi tetap memaksa. Neta menilai, pemaksaan kehendak itu sama seperti dalam menangani kasus ujaran kebencian Alfian Tanjung yang dilepas pengadilan.

“Jika pun kasus Rizieq dipaksakan ke pengadilan, IPW khawatir pengadilan akan membebaskannya,” tuturnya.

Karena itu, IPW mendesak agar Polri bersikap profesional serta secara transparan dan tegas mengumumkan ke publik tentang nasib kasus Rizieq. “Agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat,” Neta menandaskan.

Sebelumnya, kabar SP3 kasus chat porno Rizieq digulirkan oleh pengacaranya, Kapitra Ampera. Dia meminta polisi mengumumkan ke publik soal SP3 kasus kliennya tersebut.

Namun Polri tidak menyikapi dengan tegas kabar tersebut, bahkan cenderung saling lempar. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal memberi isyarat kemungkinan SP3.

“Tentang SP3, itu suatu kemungkinan. Bisa jadi di-SP3,” ucap Iqbal, Rabu (6/6). (Luk)

LEAVE A REPLY