Menhan Tegaskan Sejak Awal Sudah Menolak Pengadaan AW-101

670_410_menhan-perintah-presiden-tak-akan-terlaksana-tanpa-loyalitas_m_180788JurnalPatroliNews JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan sejak awal pihaknya sudah menolak pengadaan untuk helikopter angkut Agusta Westland (AW)-101 di TNI AU tahun anggaran 2016-2017.

Menurutnya pesawat yang semula diperuntukan untuk kepresidenan juga ditolak oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena harganya yang terlampau mahal.

“Jadi begini ya, itu pesawat untuk pesawat presiden. Uangnya masuk ke Seskab bukan ke saya. Presiden kan tidak mau karena mahal,” kata Ryamizard di gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/6).

Ia juga mengaku menolak pengadaan pesawat tersebut. Selanjutnya, pengadaannya dialihkan ke TNI.

“Jadi dialihkan untuk renstra TNI ini masalah itu,” katanya.

Hanya saja Ryamizard tidak menyampaikan lebih jauh terkait hal tersebut. Namun ia menyetujui pengadaan helikopter tersebut apabila diambilalih oleh TNI maka seharusnya TNI mengajukan spesifikasi atas benda tersebut terlebih dahulu.

“Betul. Kan awalnya bukan untuk (TNI), (tetapi) untuk presiden,” katanya.

Sebelumnya, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal (Purn) Agus Supriatna menyinggung adanya pihak yang membuat timbulnya kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Heli Augusta Westland (AW-101). Menurut dia, jika pihak tersebut mengetahui mekanisme yang ada, maka persoalan ini tidak akan muncul. (dai)

LEAVE A REPLY