OJK Klarifikasi Jabatan Faris Rabidin Terkait Kasus 1MDB

A16071800000000012016-07-18_13_47_46JurnalPatroliNews JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengklarifikasi siaran pers yang dikeluarkan The Council of Eminent Persons Malaysia terkait penunjukkan Faris Rabidin sebagai anggota komite 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dituliskan jabatan Faris Rabidin sebagai Senior Advisor OJK Indonesia.

“Saudara Faris Rabidin bukanlah pegawai OJK, dia adalah konsultan independen yang dikontrak Asian Development Bank (ADB) untuk memberikan bantuan teknis kepada OJK berdasarkan kebutuhan,” ujar Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot lewat keterangannya pada Jumat, (18/5).

Dalam siaran pers tersebut, OJK juga memastikan bahwa lembaga itu tak memiliki kaitan atas penunjukan Faris oleh Majelis Penasihat Pemerintah Malaysia.

“Untuk menjaga kode etik dan governance yang berlaku di OJK, maka kami telah melakukan komunikasi dengan ADB agar saudara Faris Rabidin dapat lebih fokus kepada tugas yang baru,” katanya.

Sebelumnya, Majelis Penasihat Pemerintah Malaysia telah membentuk satu komite untuk untuk menyelidiki skandal korupsi dana investasi 1MDB. Selain Faris, anggota komite tersebut yaitu mantan Jaksa Agung Malaysia Abu Talib Othman, Nik Shahrizal Sulaiman dari Risk Assurance Services PwC, Syed Naqis Shahabuddin Syed Abdul Jabbar, dan pendiri Centre to Combat Corruption and Cronyism (C4), Cynthia Gabirel.

Di dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK No. 01/17/PDK/XII/2012 tentang Kode Etik OJK pasal 6 ayat (2), memang ditegaskan bahwa Anggota Dewan Komisioner, Pejabat, dan Pegawai OJK dilarang untuk rangkap jabatan.

Pasca Mahathir Mohamad terpilih lagi menjadi Perdana Menteri Malaysia, otoritas setempat semakin gencar mengusut kasus 1MDB. Diduga,sekitar US$ 4,5 miliar uang publik diselewengkan. (dai)

LEAVE A REPLY