Pantau Arus Mudik, Kapolri Soroti Minimnya Rest Area di Ruas Tol

rgjn8psnr9snfuulyec3JurnalPatroliNews CIKOPO – Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian menyoroti masih minimnya rest area atau tempat peristirahatan di ruas tol. Menurut Tito, minimnya rest area menjadi salah satu biang kemacetan saat arus mudik.

Sebab, banyak masyarakat yang ingin masuk ke rest area menyebabkan antrean yang cukup panjang.

Masalah rest area ini menjadi perhatiannya, untuk menghadapi arus balik nanti, terutama di ruas tol Cipali.

“Di Jawa Barat, nanti problemnya adalah tetap di Cipali, yaitu rest area yang belum memadai,” kata Tito di Pos Cikopo, Jawa Barat, Kamis (14/6).

Oleh karena itu, Tito meminta pengelola tol, Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR membuat rest area sementara. Atau setidaknya, kata dia, memaksimalkan rest area yang telah ada dengan menambahkan sejumlah fasilitas untuk para pengguna jalan tol.

“Ada menambah dengan tempat makan, toilet, masyarakat yang mau jualan, jualan aja di situ, jangan di pinggir jalan tol. Supaya pengemudi tidak berhenti di bahu jalan. Sekali berhenti di bahu jalan, sudah repot ini,” kata dia.

Selain permasalahan rest area, Tito memprediksi titik kemacetan selanjutnya berada di Gerbang Tol Cikarang Utama (GT Cikarut). Sebab diperkirakan akan ada antrean panjang di gerbang tol tersebut.

“Lalu, sistem kejar bola dan nanti ada beberapa diskresi lagi oleh Kakorlantas bila terjadi kemacetan panjang. Sambil, kita mungkin bisa keluarkan ke jalur lain lewat Pantura,” katanya.

Untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, Tito menyebut untuk arus balik tidak menjadi masalah.

“Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemungkinan besar tidak menjadi masalah. Masalah nanti akan kembali ke Jawa Barat dan DKI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tito memprediksi puncak arus balik Lebaran 2018 terjadi pada 18-20 Juni. Oleh karena itu ia berharap pemudik kembali ke Jakarta mulai tanggal 17 Juni.

“Kami berharap masyarakat sudah pulang dari tanggal 17, 18, jangan 19, 20 (Juni),” ucapnya. (dai)

LEAVE A REPLY