Partisipasi Pemilih di Sulut Lampaui Target Nasional, Ternyata Politik Uang Salah-satu Faktor

Ilustrasi Politik Uang
Ilustrasi Politik Uang

JurnalPatroliNews – MANADO, – Provinsi Sulawesi Utara menjadi barometer pemilhan kepala daerah (Pilkada) secara nasional di Indonesia.

Pasalnya, semua kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada yakni, Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Utara, Sitaro, Talaud dan Kota Kotamobagu peran partisipasi masyarakat mencapai 85,3 persen, di atas dari target nasional yakni 77,5 persen.

Namun tingginya prosentase partisipasi masyarakat menurut pengamat politik, Dr Ferry Liando, disebabkan beberapa faktor, diantaranya politik uang yang masih dipraktikkan pasangan calon melalui tim pemenangan.

“Bisa saja karena faktor politik uang masih beroperasi. Pemilih datang ke TPS disebabkan karena sebagian besar calon merayu pemilih dengan sogokan. Jadi kehadiran masyarakat datang ke TPS sebetulnya bukan karena faktor kesenangan terhadap calon, tetapi hanya sekedar membayar hutang money politic,” ujar Ferry Liando kepada JurnalPatroliNews, Senin (9/7/2018).

Lanjut Ferry Liando, hampir semua daerah ada kontestasi Pilkada diikuti oleh petahana atau incumbent. Calon petahana kerap menggunakan kekuasaan dengan memobilisasi ASN atau aparatur desa. Mobilisasi itu ternyata cukup ampuh menggiring pemilih ke TPS.

Selanjutnya, menurut Ferry Liando, keseriusan KPU memperbaiki data pemilih memberi kesempatan kepada pemilih yang berhak untuk memberikan suara. Kegiatan sosialisasi yang rajin dilakukan oleh Bawaslu dan KPU di daerah memberikan dukungan signifikan terhadap naiknya jumlah presentasi pemilih.

“Bisa jadi kesadaran berpolitik masyarakat sudah semakin dewasa sehingga kedewasaan itu diwujudkan dalam bentuk partisipasi dalam memberikan suara,” tandas Ferry Liando.

Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Kajian Strategis, Johnny Suak, mengatakan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada 2018 di enam kabupaten/kota di Sulut lebih tinggi dibandingkan Pilkada 2017.

“Peran dan partisipasi masyarakat sipil dalam mengawasi atau memantau jalannya proses kontestasi demokrasi merupakan hal yang sangat penting sehingga Sulut dapat menjadi barometer pelaksanaan Pilkada yg berkualitas dan berintegritas dari segi proses dan hasil,” tukas Johnny Suak.

Berikut prosentasi partisipasi masyarakat 6 kabupaten dan kota yang menggelar Pilkada di Sulut:

1. Kabupaten Sitaro 86,7 persen
2. Kabupaten Minahasa Tenggara (calon tunggal) 87,5 persen
3. Kabupaten Talaud 86,19 persen
4. Kabupaten Minahasa 81,69 persen
5. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 89,25 persen
6. Kota Kotamobagu 80,17 persen

Rata-rata partisipasi Pilkada 2018 di Sulut 85,3 persen.

(Rdk/BM)

LEAVE A REPLY