Pasangan Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Miliar

terdakwa-yaitu-direktur-keuangan-first-travel-siti-nuraidah-hasibuan_20180419_074534JurnalPatroliNews DEPOK – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok menjatuhkan tuntutan maksimal kepada 2 bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, dengan hukuman 20 tahun penjara.

“Dengan ini kami menuntut hukuman selama 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 1 tahun 4 bulan kurungan, karena terbukti melakukan TPPU secara bersama dan berkelanjutan,” kata JPU Heri Jerman di PN Depok, Senin (7/4).

Keduanya juga dinilai terbukti menyamarkan asal usul harta kekayaannya secara bersama-sama yang didapat dari uang para jamaah.

Sementara itu, tuntutan berbeda didapat terdakwa lain yakni Siti Nurhaida Hasibuan alias Kiki. JPU hanya menuntut Kiki pidana 18 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Yang menarik, JPU juga menyertakan persoalan pengembalian aset First Travel guna kepentingan para jamaah yang menjadi korban dalam tuntutannya.

“Menyatakan barang bukti berupa nomor 1-529 dikembalikan kepada para calon jamaah First Travel melalui pengurus pengelolaan aset korban First Travel,” tutur Heri Jerman. JPU menyatakan, semua unsur dalam dakwaan telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

Pada sidang perdana 19 Februari 2018 lalu, jaksa mendakwa ketiganya melakukan penipuan, penggelapan dana, dan pencucian uang calon jemaah umrah. Jaksa mendakwa mereka melanggar Pasal 378 KUHP, 372 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 dan juncto pasal 64, serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasus penipuan First Travel ini menimbulkan kerugian hingga Rp905,3 miliar. Uang sebanyak itu merupakan akumulasi dari dana yang disetorkan calon jemaah sebesar Rp14,3 juta per orang. Korban penipuan yang dicatat Jaksa dalam kasus ini mencapai 63.310 orang.

Sejumlah saksi sudah diperiksa dalam persidangan yang lalu. Di antaranya pesohor Syahrini dan Vicky Veranita Yudhasoka alias Vicky Shu. (dai)

LEAVE A REPLY