Pelaku Pembunuhan Grace Gabriella (6 Tahun) di Bogor, Divonis 10 Tahun Penjara

ilustrasi anakJurnalPatroliNews – Bogor – Pengadilan Negeri (PN) Cibinong membacakan hasil putusan terhadap kasus pembunuhan Grace Gabriella Bimusu (6). Majelis Hakim memutuskan terdakwa RF (15) dikenai vonis 10 tahun tiga bulan penjara.

“Setelah menimbang, Majelis Hakim menyatakan RF terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana, melakukan kekerasan, memaksa anak, melakukan persetubuhan dengannya, dan melakukan kekerasan hingga menyebabkan mati, sebagaimana dalam dakwaan kedua, pertama dan kedua,” ujar Hakim Ketua Tira Tirtona saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Cibinong, Jumat (8/6).

Terdakwa dengan inisial RF dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan melakukan tindak pidana oleh majelis hakim. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam pasal dakwaan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Bogor.

“Oleh karena itu pengadilan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 10 tahun dan pelatihan kerja selama tiga bulan serta membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000,” lanjutnya.

Penjatuhan hukuman ini didasari setelah Majelis Hakim mendengarkan keterangan saksi-saksi dan terdakwa, memperhatikan surat bukti dan barang bukti, serta mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh penuntut umum. Ada 11 saksi yang didengar keterangannya oleh Majelis Hakim, di antaranya orang tua korban, orang tua pelaku, dan tetangga sekitar.

Bukti hasil visum yang dilakukan dan ditandatangani oleh dokter Arif Wahyono dan Asri M. Pralebda juga menjadi bahan pertimbangan lainnya dalam penetapan keputusan ini. Dari hasil visum ditemukan luka pada bagian mulut akibat benda tumpul. Ini disebabkan tindakan terdakwa yang membekap mulut korban hingga lemas akibat tidak mendapat oksigen.

Hasil visum lainnya ditemukan luka akibat benda tumpul di area kemaluan dan lubang sekresi korban. Adanya sperma juga mengindikasikan adanya persetubuhan yang dilakukan terdakwa.

“RF dinyatakan terbukti secara sah dan bersalah melakukan pembunuhan berencana dan persetubuhan diluar ikatan perkawinan dan dalam keadaan tak berdaya, sesuai dengan tuntutan JPU,” ujar Tira.

Tira melanjutkan dalam pertimbangannya, majelis hakim mendapatkan dakwaan yang disusun secara alternatif kumulatif oleh Jaksa Penuntut Umum.

Diantaranya adalah pasal 340 KUHP, dan atau Pasal 76d jo pasal 81 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo uu 11 tahun 2012.

“Berdasarkan fakta fakta yang diperoleh dalam persidangan, majelis hakim menyatakan terbukti dan terpenuhi secara sepenuhnya unsur-unsur yang terdapat dalam pasal tersebut,” lanjut Tira

Lapas Anak

Mengingat terdakwa masih di bawah umur, maka penahanan dilakukan di Lapas khusus anak di wilayah Tangerang, Banten.

Sementara itu kuasa hukum keluarga korban, Tobbyas Ndiwa, mengatakan pihaknya akan memikirkan terlebih dahulu untuk upaya hukum lain untuk menindaklanjuti vonis majelis hakim.

“Bagi kita vonis ini adil kalau dilihat dari perspektif UU Perlindungan Anak. Mengingat pelaku masih di bawah umur. Namun kami akan rembuk dengan tim terkait apakah ada upaya hukum lain menindaklanjuti vonis hakim ini,” kata Tobbyas.

Pihak Majelis Hakim memberikan waktu bagi keluarga untuk pikir-pikir selama 14 hari. Kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh pihak keluarga korban dan kuasa hukum untuk memikirkan jalan terbaik bagi kasus anak mereka.

Diberitakan sebelumnya, Grace Gabriella Bimusu ditemukan tidak bernyawa dalam sebuah karung beras di kebun kosong yang terletak tak jauh dari rumahnya di Perumahan Bogor Asri, Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor pada 1 Mei 2018 sekitar pukul 01.30.

Sebelum ditemukan tewas, sehari sebelumnya (30/4) Grace sempat menghilang dari rumahnya. Grace menghilang setelah izin ingin membeli es krim dari sebuah warung yang berjarak hanya kurang lebih lima meter dari rumahnya.

(Luk)

LEAVE A REPLY