Pembaca Koran di Minahasa Tersisa 12,6 Persen. Sekprov Sulut, “Dunia Sudah Berubah”

onlineJurnalPatroliNews – MANADO – Kemajuan teknologi digital tak terbendung berdampak pada perkembangan pesat media online yang memiliki banyak sekali jaringan sehingga untuk memperoleh dan mengakses suatu informasi khalayak sangat dimudahkan, berarti media online saat ini  sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1997) sebagaimana Sadiman (2005: 6) adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Secara garis besar, dilihat dari bentuknya ada tiga jenis media massa, yakni media cetak, media penyiaran, dan media online / internet.

Kehadiran media online telah menggerus keberadaan media konvensional seperti koran. Seperti halnya media sosial (medsos), media online memiliki banyak kelebihan, mudah dan murah diakses oleh siapa saja, kapanpun dan dimana saja.

Kabupaten Minahasa merupakan salah-satu daerah tertua di Provinsi Sulawesi Utara menjadi sasaran Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan riset untuk mengetahui seberapa besar masyarakat pengguna internet di daerah tersebut sesuai metode baku.

Dari hasil riset yang dilakukan beberapa pekan lalu, ternyata 40,4 persen masyarakat Minahasa sudah menggunakan internet termasuk di dalamnya membaca media online.

Sementara untuk pembaca koran tersisa 12,6 persen. Artinya, kebutuhan informasi masyarakat sudah lebih banyak didapatkan dari media digital.

Di pihak lain, tren pembaca media online semakin meninggalkan koran juga diakui Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara, Edwin Silangen.

“Ya, memang kondisi dunia semakin maju berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi salah-satunya media online. Tak dipungkiri dunia sudah berubah dari konvensional ke online,” jelas Edwin Silangen ketika dijumpai JurnalPatroliNews.com di DPRD Sulut, pekan ini.

Meski begitu, diingatkan Silangen, keberadaan media online yang semakin menguasai bisnis informasi harus dibarengi peningkatan kualitas penulisan, substansi berita dan update atau kekinian.

“Soal tata cara penulisan tentu saya tak perlu mengajari teman-teman wartawan paling tahu. Intinya, eksistensi media online ditentukan oleh redaksi masing-masing. Berlomba untuk berita terkini, foto, angel menarik dan masih banyak lagi,” tandas Edwin Silangen.

(JerryPalohoon)

LEAVE A REPLY