Peneliti LIPI: Mahfud MD Paling Cocok Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

jkw-mahfud-mdJurnalPatroliNews JAKARTA – Bursa Calon Wakil Presiden (cawapres) untuk dipasangkan dengan Joko Widodo (Jokowi) semakin mengerucut. Dari informasi terakhir bahwa saat ini hanya menyisakan 5 nama untuk diseleksi. Salah satu yang disebut sebagai calon kuat adalah Mahfud MD.

Peneliti Pusat Politik LIPI, Lili Romli juga setuju jika Mahfud MD disebut-sebut kuat akan mendampingi Jokowi. Menurutnya dari nama-nama yang muncul, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjadi yang paling layak.

Integritasnya sebagai seorang negarawan menjadi modal yang tidak bisa dikesampingkan. Selain itu Mahfud juga sebagai tokoh ahli hukum.

“Yang paling berpotensi itu adalah Mahfud MD. karena Mahfud MD itu dia tokoh yang memiliki integritas yang tidak diragukan. Lalu dia punya basis dukungan dari kalangan NU (Nahdlatul Ulama). Yang ketiga, dia juga dekat dengan PKB. Mungkin kelemahannya dia finansialnya kecil,” katanya di Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/6).

Tak hanya suara dari NU, Mahfud juga bisa mendulang suara dari semua golongan. Baik dari kalangan Muhammadiyah maupun non Islam. Sebab Mahfud merupakan figur tokoh Islam moderat.

Dia mengingatkan, potensi politik identitas masih ada di Pilpres 2019. Jika Jokowi memilih Mahfud, maka bisa menangkal serang serangan politik SARA.

“Potensi sih ada, makanya ketika pak Mahfud ini digandeng bisa, nanti saya dikira dukung lagi,” katanya.

Minimal, Mahfud bisa meredam serangan SARA. Masyarakat pun akan menilai bahwa figur Jokowi yang Nasionalis – Sekuler akan ditambah dengan representasi Islam.

Lebih jauh Lili mengatakan meskipun Mahfud bukan kader partai, menurutnya tidak menggugurkan tingkat kelayakannya mendampingi Jokowi. Karena baik kader partai maupun non-partai, keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Lili hanya berpesan kepada Jokowi supaya mempertimbangkan dengan baik terkait sosok cawapres yang akan ditunjuknya. Jangan hanya karena salah memilih, elektabilitasnya jadi turun.

“Perlu kehati-hatian bagi Jokowi untuk memilih siapa pendampingnya itu. Jangan sampai mereka kontraproduktif, malahan menurunkan elektoral Jokowi itu sendiri,” tandasnya.

Romli tetap berharap Pilpres 2019 tak dibumbui politik identitas. Baginya, hal tersebut tidak mendidik dan memecah bangsa.

“Saya kira harus dihentikan itu politik Identitas, itu gak mendidik bangsa ini jangan sampai terpecah belah, saya kira keinginan keinginan elit untuk menggunakan politik Identitas itu harus dihentikan, itu tidak baik. Kita sebagai bangsa plural sudah lama, kita kekeluargaan, jangan sampai dibelah oleh itu saya kira jangan ada niatan niatan itulah,” tegas dia. (dai)

LEAVE A REPLY