Pengaktifan Kembali Koopssusgab TNI, Kepala BNPT: Kita Dukung Apapun yang Terbaik Untuk Bangsa Ini

WhatsApp-Image-2017-09-20-at-3.04.56-PMJurnalPatroliNews JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mendukung usulan pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan Tentara Nasional Indonesia (Koopssusgab TNI). Suhardi menilai keberadaan pasukan ini akan memaksimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan aksi teror.

“Kita dukung dong, sangat luar biasa itu. Apapun yang terbaik buat bangsa ini, harus kita lakukan dan kita dukung,” ujar Suhardi di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

Ia mengaku di BNPT, contoh operasi gabungan seperti itu sudah ada. Pasalnya, jajaran yang ada di BNPT, ada dari TNI AD, AU dan AL. Kemudian ada dari kepolisian, Kemlu, Kemkumham.

“Saya kebetulan dari polisi. Deputi satu saya dari Kopasus, direktur saya dari Marinir, sekretaris saya dari AU. Artinya apa? Mereka sudah berperan semua. Peran itu sudah ada sesuai kemampuan teritorialnya,” jelas Alius.

Dia menyerahkan ke pemerintah terkait pembentukan Koopsusgab tersebut karena hal tersebut merupakan keputusan politik. BNPT siap bekerja sama dengan lembaga tersebut.

Dia menyebut beda BNPT dengan lembaga Koopsusgab tersebut. BNPT adalah jabatan struktural, sementara Koopsusgab adalah pasukan. Dengan demikian tidak terjadi tumpang-tindih.

Namun, untuk teknis aturan, ia menyerahkan kepada institusi terkait.

“Itu silakan diatur, itu keputusan politik,” pungkasnya.

Mengenai revisi UU Terorisme, dia menegaskan UU itu diperlukan untuk memonitor setiap gerakan sel-sel teroris. Setelah diketahui ada gerakan, Densus 88 bisa selidiki, BNPT juga bisa masuk untuk mendukung kegiatan Densus.

Ide untuk mengaktifkan kembali Koopssusgab muncul dari Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal Moeldoko. Ia mengaku sudah menawarkan usulan ini kepada Presiden Joko Widodo dan disetujui.

Pasukan ini muncul pertama kali pada tahun 2015 atau saat Moeldoko menjadi panglima. Namun, pasukan ini belum pernah dilibatkan dalam operasi penanganan teroris. (dai)

LEAVE A REPLY