Perbarui Alutsista, Pemerintah Akan Beli 5 Pesawat Hercules

Ryamizard-Pembicara-Seminar-Palembang-010514-FS-3JurnalPatroliNews JAKARTA – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan Indonesia bakal membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa lima unit Pesawat Hercules dari Amerika Serikat (AS).

Ryamizard mengatakan rencana pembelian Hercules itu dilakukan usai bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James N Mattis di Hawaii pada Selasa (29/5).

“Iya Pesawat Hercules, kita akan beli di sana, nggak banyak-banyak, lima biji aja,” kata Ryamizard saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (5/6).

Ia menjelaskan pesawat Hercules yang ada sekarang sudah tua-tua. Keberadaannya pun lebih banyak karena hibah dari negara lain. Dengan kondisi tersebut, pemerintah ingin membeli yang baru agar bisa bertahan lama.

Dia menegaskan pemerintah maunya membuat sendiri. Namun kemampaun untuk membuat sendiri belum sepenuhnya bisa dilakukan. Maka dalam membeli yang baru, pemerintah inginkan ada transfer teknologi sehingga kedepan, Indonesia sudah bisa membuat sendiri.

“Kalau bisa kita bisa buat, seperti panser dan tank kita buat sendiri. Tapi sembari membeli sambil meningkatkan persahabatan, terutama pertahanan dan alih teknologi,” tegas Ryamizard.

Ryamizard mengatakan bahwa pengadaan Hercules merupakan komitmen Kementerian Pertahanan untuk memodernisasi sistem pertahanan TNI AU.

Sebab, ia menyebut beberapa Pesawat Hercules yang dimiliki Indonesia saat ini perlu diperbarui agar meningkatkan faktor kemanan bagi pasukan TNI dalam bertugas. Sebab, alutsista yang ada kebanyakan merupakan barang hibah.

“Kan Hercules-Hercules yang dihibahkan atau dibeli murah kan barang lama, kita perlu lah (membeli baru) walaupun enggak banyak, yang penting ada yang baru,” ucap dia.

Di luar masalah alutsista, Rymizard mengaku tengah menjajaki kerjasama dibidang pemberantasan terorisme dengan Amerika Serikat. Hal itu untuk menindaklanjuti serangkaian aksi teror yang mengancam Indonesia belakangan ini.

“Terutama terorisme, itu musuh semua manusia, itu bukan musuh sekolompok orang aja, jadi seluruh manusia harus memusuhi itu, melalui aparatnya, tentara, polisi, yang lain boleh juga,” pungkasnya. (dai)

LEAVE A REPLY