Pihak Universitas Riau Mengaku Kecolongan Ada Alumni Merakit Bom di Kampus

riau24_muca9_90710JurnalPatroliNews RIAU – Tim Densus 88 Anti-teror dan Polda Riau menangkap tiga terduga teroris di Universitas Riau (UR), Sabtu (2/6) lalu. Pihak kampus mengaku kecolongan.

Bagaimana tidak, Z datang ke homestay Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sakai Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UR. Dia menginap di sana selama sebulan. Bahkan Z membuat bom rakitan di tempat tersebut.

“Kami memang kecolongan. Karena sebelumnya nggak ada hal-hal yang mencurigakan. Tahu-tahu kok ada. Apalagi kejadian sampai masuk ke sekretariat kelembagaan kemahasiswaan di Fisip,” ungkap Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi dalam konferensi persnya di Gedung Rektorat UR, Senin (4/6).

Padahal, mess Mapala FISIP tersebut, hanya untuk para mahasiswa dan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk melaksanakan berbagai aktivitas kampus. Namun, diam-diam ada alumni yang beraktivitas terorisme dan merakit bom sampai selesai dan siap diledakkan.

“Mapala sebagian digunakan pengurus untuk tempat menginap, apalagi kegiatan mereka sampai tengah malam,” kata Aras.

Agar tidak kembali terjadi, Aras akan melakukan evaluasi dan revitalisasi peraturan yang ada saat ini. Pihaknya akan memperketat dan melakukan pendataan terhadap siapa saja yang berakitivitas di dalam kampus.

“Kami akan evaluasi ini, apalagi ada orang luar yang masuk malah tidak terdata. Di sini kecolongannya, ya mungkin mereka merasa hubungan junior dengan senior,” katanya.

Seperti diberitakan, tim Densus 88 dan Polda Riau mengamankan tiga orang terduga teroris berinisial Z. Dia merupakan alumni Pariwisata Fisipol UR pada 2003. Petugas juga mengamankan D, alumni Administrasi Negara pada 2001, dan K, alumni Ilmu Komunikasi pada 2013.

Saat penangkapan, petugas turut menyita empat bom rakitan yang siap diledakkan. Bom yang dirakit Z ini akan diledakkan di Gedung DPR RI dan DPRD Riau dalam waktu dekat.

Saat ini ketiga terduga teroris masih diperiksa tim Densus 88 Anti Teror di Brimobda Polda Riau. Satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Z. Sementara dua lainnya, D dan K masih berstatus sebagai saksi. (dai)

LEAVE A REPLY