Polda Jateng Bongkar Praktik Peredaran Kosmetik Palsu

Wakil Ditreskrimsus Polda Sulteng AKBP Sahadi Sulaksono (kiri) bersama Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu Syafriansyah (kedua kiri) menunjukkan sampel kosmetik ilegal yang berhasil disita di Kantor BPOM Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/11). Ribuan kosmetik ilegal berbahaya aneka merek berhasil diamankan bersama peracik dan distributornya dalam operasi pemberantasan bersama BPOM Palu dan Polda Sulteng yang digelar Selasa (8/11) lalu. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc/16.
Wakil Ditreskrimsus Polda Sulteng AKBP Sahadi Sulaksono (kiri) bersama Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu Syafriansyah (kedua kiri) menunjukkan sampel kosmetik ilegal yang berhasil disita di Kantor BPOM Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/11). Ribuan kosmetik ilegal berbahaya aneka merek berhasil diamankan bersama peracik dan distributornya dalam operasi pemberantasan bersama BPOM Palu dan Polda Sulteng yang digelar Selasa (8/11) lalu. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc/16.

JurnalPatroliNews SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) membongkar praktik peredaran kosmetik palsu yang dijual secara daring di beberapa daerah.

“Dalam kasus peredaran kosmetik palsu ini, kami mengamankan seorang tersangka yang diduga sebagai pemilik barang-barang ilegal dan gudang tempat penyimpanannya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono, saat gelar perkara di Semarang, Selasa (10/7).

Hendra menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi peredaran berbagai jenis kosmetik palsu di daerah Kota Semarang dan sekitarnya yang dijual secara daring. Menindaklanjuti informasi tersebut, kepolisian melakukan pelacakan melalui patroli siber dan menemukan beberapa akun di media sosial Instagram yang tertaut satu dengan lainnya.

Setelah bekerja sama dengan salah satu korban, polisi kemudian berpura-pura menjadi pembeli kosmetik palsu hingga tersangka bersedia mengirimkan nomor teleponnya melalui aplikasi WhatsApp guna kepentingan transaksi.

“Setelah ada kesepakatan jual beli, kami mendatangi toko tersangka dan ternyata memang benar, barang-barang yang dijual ternyata palsu dan tidak terdaftar di BPOM,” ujarnya.

Selain menangkap seorang tersangka, polisi juga menyita ratusan dus berisi kosmestik ilegal di toko dan gudang milik tersangka yang terletak di kawasan Pedurungan sebagai barang bukti. (Ant/dai)

LEAVE A REPLY

twenty − 7 =