Polisi Gerebek Pabrik Ciu Rumahan, Miliki Omzet Rp 1,4 Miliar Pertahun

pabrik-ciu_20180503_132056JurnalPatroliNews JAKARTA – Pabrik ciu rumahan tanpa izin edar di kawasan Jalan Pekojan 1, Tambora, Jakarta Barat digerebek polisi. Hasilnya, polisi mengamankan lima orang di lokasi, satu orang pemilik dan empat orang pekerja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, awalnya polisi mendapatkan informasi adanya home industri pembuat hasil olahan pangan menjadi minuman beralkohol jenis ciu tanpa izin edar dari BPOM. Polisi lantas menyelidiki home industri itu yang ada di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

“Setelah dilakukan penyelidikan mendalami, akhirnya penyidik berhasil mengetahui di rumah itu telah ada kegiatan pelanggaran Undang-undang pangan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/5).

Dikatakan, pabrik rumahan itu telah beroperasi memproduksi minuman ciu ilegal selama kurang lebih 2 tahun dan memiliki omzet senilai Rp 1,4 Miliar pertahun.

“Setiap bulan dia (tersangka PRW) mendapatkan keuntungan Rp 118 juta. Kalau setahun sekitar Rp 1,4 miliar,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 140 Juncto Pasal 86 ayat 2 terkait memproduksi dan memperdagangkan pangan tidak memenuhi standar keamanan pangan, kemudian Pasal 142 Juncto Pasal 91 ayat 1 tentang memproduksi dan mengedarkan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dan Pasal 198 Juncto Pasal 108 tentang adanya praktik kefarmasian tetapi tidak memiliki keahlian atau kewenangan dibidang kefarmasian.

Ancaman hukumannya maksimal 2 tahun penjara, denda Rp 4 miliar. (dai)

 

LEAVE A REPLY