Polisi Telusuri Aliran Dana Terduga Teroris di UNRI

Densus-88-Sita-Barang-Bukti-dari-Kampus-Universitas-RiauJurnalPatroliNews JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror masih mendalami penangkapan tiga terduga teroris di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI). Termasuk aliran dana yang digunakan MNZ, alumni, untuk membuat bom.

“Pasti, kita telusuri (aliran dana). Tim itu pasti bercabang-cabang. Termasuk sub tim yang akan melakukan penyelidikan scientific identification di bidang anggaran,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (4/6).

Ia menyebut polisi mendapat alat bukti digital dan hubungan antara MNZ dan pelaku penyerang Polda Riau, pak Ngah. Dari bukti yang ada akan ditelusuri aliran dana antar keduanya.

“Nah itu sedang kita dalami. Tetapi ada koneksi memang dari bukti yang kita miliki baik digital dan lain-lain, ada koneksi antara terduga seseorang yang juga koneksi dengan seorang penyerang Mapolda Riau yang kami lumpuhkan beberapa saat yang lalu dengan MNZ ini,” kata Iqbal.

Polisi hingga kini masih memeriksa tiga terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau. Penyidik masih mengusut dari jaringan mana ketiga pelaku ini atau ada serta tidaknya mahasiswa yang terlibat.

“Ketiganya alumni, Z alumni tahun 2002 jurusan pariwisata, D alumni 2005 jurusan administrasi dan K alumni 2004 jurusan komunikasi,” kata ujar Kapolda Riau Irjen Nandang di Mapolda Riau, Sabtu 2 Juni 2018 malam.

Nandang menyatakan, Z alias MNZ merupakan otak dari rencanan teror terhadap kantor DPR ini. Dia disebut sebagai perakit setelah belajar dari Instagram dan mengajak melakukan teror di media sosial dimaksud.

“Mengajak melakukan amaliah dengan bom bunuh diri,” kata Nandang. (dai)

LEAVE A REPLY