Polri Dalami Dugaan Pelanggaran Kasus Kematian Wartawan di Kalsel

fb875e80-e70d-44ea-9ec7-76b7e609c78f_169JurnalPatroliNews JAKARTA – Polri mengecek kejadian kematian wartawan kemajuanrakyat.co.id, M Yusuf, dalam proses penahanan di Lapas Kelas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan. Saat ini Polda Kalimantan Kalsel sedang mendalami kejadian itu.

“Prinsipnya gini, di Polri ada mekanisme. Kita akan cek, itu prinsipnya. Polda Kalsel sedang dalami itu,” kata Karo Penmas Brigjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/6).

“Kami akan cek itu prinsipnya kalau ada pelanggaran kode etik, disiplin, pasti ada mekanisme. Polda kalsel sedang dalami itu,” sambung dia.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Warsisto meminta waktu kepada media terkait dengan kasus tewasnya Muhammad Yusuf.

“Saya sedang minta info lanjut teman di sana, mohon waktu,” kata dia.

Kasus tewasnya Muhammad Yusuf menjadi perhatian karena ia ditahan akibat pemberitaannya.

Sebelumnya diberitakan, seorang wartawan bernama Yusuf meninggal dunia setelah dilarikan dari Lapas Kota Baru ke RSUD setempat, akibat menderita sesak nafas dan muntah-muntah. Yusuf ditahan sejak pertengahan April dan kini sedang diadili di Pengadilan Negeri Kota Baru.

Yusuf dilaporkan melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh PT MSAM, perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Haji Syamsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, pengusaha batubara dan perkebunan terkemuka berbasis di Batulicin, Kalimantan Selatan.

Yusuf didakwa melanggar Pasal 45A UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman penjara maksimum 6 tahun atau denda Rp 1 miliar. (dai)

1 COMMENT

  1. Innalillah wainnailaihi roji’un ! Siapa yang bisa pastikan kematiannya tak ada hubungan sama sekali dengan pemberitaan almarhum mengenai hal2 aktual di daerah apalagi yang berbauh ” kasus ” ? Bisa saja krn masih ada “file” tertentu yang tersimpan pada almarhum mengenai kasus tertntu. maka oleh karena itu harus diusut tuntas.

LEAVE A REPLY